News Berita

Febrie Adriansyah Buka Suara soal Isu Mundur Dari Jampidsus Kejagung

Febrie Adriansyah Buka Suara soal Isu Mundur Dari Jampidsus Kejagung #focus #penggeledahanpolri #news #text

Febrie Adriansyah Buka Suara soal Isu Mundur Dari Jampidsus Kejagung
Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah. Foto: Dok. Istimewa
Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah. Foto: Dok. Istimewa

Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah buka suara terkait isu dirinya akan mengundurkan di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi batu bara PLN oleh Kortastipikor Polri dan Polda Metro Jaya. Dia mengatakan masih fokus menyelesaikan berkas perkara yang menjadi perhatian publik.

"Jadi hingga saat ini, saya masih pagi tadi menerima perintah-perintah untuk segera menyelesaikan pemberkasan penanganan perkara yang memang waktunya singkat yang terbatas di waktu penanganan," kata Febrie saat mengadakan konferensi pers di Kejagung, Jumat (10/12).

"Sehingga perintah itu tadi sudah kita jabarkan untuk memprioritaskan mana-mana perkara yang menjadi perhatian masyarakat untuk bisa segera kita berkas dan kita sidangkan," tambahnya.

Sebelumnya, nama Febrie menjadi sorotan publik setelah kediamannya di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendapat pengamanan dari personel TNI pada Rabu (8/7).

Pengamanan tersebut berlangsung bersamaan dengan penggeledahan yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri di sebuah restoran dan tempat penukaran uang (money changer) di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan.

Selain itu, penyidik juga menggeledah 10 lokasi lain yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sementara di Bogor, polisi menyita uang tunai dan emas dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas membenarkan adanya pengamanan di kediaman Febrie. Ia menjelaskan, pengerahan personel dilakukan atas permintaan resmi dari Kejaksaan Agung.

Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap temuan brankas tersembunyi saat menggeledah sebuah rumah di kawasan Sentul yang berkaitan dengan penyidikan tiga perkara korupsi.

Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan, penyidik menemukan sebuah brankas terkunci yang disembunyikan di dalam tembok dan ditutupi panel kayu. Setelah dibuka, brankas tersebut berisi tujuh koper yang menyimpan emas batangan, uang tunai dalam mata uang asing, hingga rupiah.

“Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD. Kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar,” kata Totok di lokasi penggeledahan, Kamis (9/7) dini hari.

Buka sumber asli