FBI Tangkap 5 Pelaku yang Berencana Serang Gedung Putih
FBI Tangkap 5 Pelaku yang Berencana Serang Gedung Putih #newsupdate #update #news #text

Federal Bureau of Investigation (FBI) menangkap 5 pelaku yang berencana menyerang ke Gedung Putih. Penyerangan rencananya dilancarkan saat ajang UFC Freedom 250 yang dihadiri Presiden Donald Trump.
"Beberapa individu sekarang berada dalam tahanan dan dugaan rencana serangan telah dihentikan," kata Direktur FBI, Kash Patel, dilansir AFP, Selasa (16/6).
Departemen Kehakiman mengatakan, para pelaku didakwa berencana melancarkan serangan dengan menerbangkan drone yang dilengkapi bahan peledak di atas ajang tarung bebas itu.
Direncanakan, ledakan dari drone ini akan memaksa evakuasi. Penembak jitu kemudian akan melepas tembakan kepada 'target bernilai tinggi' di antara kerumunan yang panik.
Salah satu pelaku yang ditangkap adalah Tycen Proper (19 tahun) dan telah ditahan sejak 10 Juni lalu. Proper ditangkap setelah ibunya memberi tahu polisi bahwa anaknya telah berkomunikasi secara online dengan kelompok ekstremis.
"(Proper) diduga mengumpulkan senjata api, ribuan butir amunisi, dan perlengkapan taktis di rumahnya di Ohio, dan dia mengidentifikasi target potensial, termasuk beberapa anggota Kongres," kata Departemen Kehakiman.

Pada Minggu, Trump memang menghadiri acara itu bersama dengan ribuan penggemar UFC di Gedung Putih.
Gedung Putih dijaga dengan sistem pengamanan berlapis, mulai dari pengawasan ketat, pagar dan pos pemeriksaan, kemampuan pertahanan udara, penembak jitu, hingga pasukan reaksi cepat yang siaga permanen.
"Dalam beberapa hari menjelang akhir pekan ini, agen khusus kami, personel pendukung misi, dan tim keamanan teknis bekerja tanpa henti untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab dan meminta pertanggungjawaban mereka," kata Direktur Dinas Rahasia Sean Curran di X.
Acara UFC Freedom 250 yang bertepatan dengan ulang tahun Trump yang ke-80 ini dimaksudkan untuk memulai perayaan dalam peringatan 250 tahun deklarasi kemerdekaan AS.
Kata JD Vance

Wakil Presiden AS JD Vance yang juga menghadiri acara UFC tersebut, mengatakan baru saja mengetahui tentang dugaan rencana tersebut setelah FBI mengumumkannya.
Ketika ditanya mengapa FBI mengungkapkan rencana yang digagalkan tersebut, Vance merujuk pada potensi "skala serangan yang direncanakan."
Ia menggambarkannya sebagai "rencana teroris yang terkoordinasi dan terencana". Vance juga menyinggung upaya pemerintahan Trump menyelidiki pendanaan dan jaringan kelompok sayap kiri radikal.
Vance tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang motif para pelaku, tetapi tetap menuduh Demokrat memicu kekerasan dengan retorika anti-Trump.
“Semua orang memiliki peran untuk menghentikan hal-hal ini, tetapi saya pikir banyak kolega Demokrat saya di Washington harus bercermin dan berkata, 'mengapa begitu banyak kekerasan politik ini berasal dari pihak kita?'” kata Vance.