Fairuz A. Rafiq Ungkap Batasan Keluarga Suami dalam Rumah Tangga
Fairuz A Rafiq bersyukur memiliki ibu mertua dan keluarga ipar yang baik. #kumparanHITS #newsupdate

Judul film terbaru Fairuz A. Rafiq, Keluarga Suami Adalah Hama, terdengar ekstrem bagi sebagian orang. Namun bagi Fairuz, judul tersebut jadi representasi keresahan istri yang merasa ruang gerak rumah tangganya diacak oleh pihak luar.
Lewat proyek ini, Fairuz punya pandangan soal batasan antara keluarga besar dan rumah tangga inti. Fairuz bercerita, bahwa begitu judul film ini diumumkan ke publik, respons yang masuk sangat luar biasa.
"Waktu pas aku nge-post baru kata-kata Keluarga Suami adalah Hama, itu ada 200 orang yang komen dan mereka merasa bahwa, 'Ih kok kayak gue banget sih'," cerita Fairuz.

Meski filmnya menggambarkan konflik mertua dan ipar yang menyebalkan, Fairuz secara pribadi beruntung punya kehidupan nyata yang jauh dari drama tersebut.
"Alhamdulillah suami aku baik, terus juga ipar-ipar aku baik. Almarhum mertua aku juga baik banget ya alhamdulillah bersyukur mempunyai rezeki keluarga suami yang luar biasa," ungkap Fairuz.
Bagi Fairuz, definisi rezeki dalam sebuah pernikahan tidak melulu soal materi atau uang yang berlimpah.
"Ini adalah salah satu faktor di saat aku main di sini aku jadi tahu, oh rezeki tuh enggak selalu uang, punya keluarga suami yang baik tuh itu juga rezeki," jelasnya.
Soal Batasan Campur Tangan Keluarga
Mengenai batas wajar campur tangan keluarga, Fairuz punya prinsip yang tegas.
Menurutnya, rumah tangga haru dipimpin oleh sang suami dan istri sebagai wakilnya.
"Kalau orang sudah berumah tangga itu berarti dia sudah mempunyai rumah tangganya sendiri. Jadi memang sudah ada kepala keluarga, terus juga kita kan ibaratnya kapten itu pasti dia punya wakilnya," tutur Fairuz.

Ia menyarankan setiap pasangan yang baru menikah memiliki kemandirian secara tempat tinggal. Hal ini penting untuk menghindari tekanan dari pihak luar.
"Baiknya kalau sudah berumah tangga itu punya rumah sendiri. Jadi ya udah punya tempat sendiri jadi biar menghindari konflik yang seharusnya enggak perlu terjadi," tegas Fairuz.
Dalam film Keluarga Suami Adalah Hama, penonton akan melihat bagaimana karakter Intan (Raihaanun) tertekan karena harus tinggal bersama keluarga besar suaminya yang mengalami kesulitan ekonomi.
Intan bahkan merasa posisinya bergeser dari istri menjadi pembantu akibat tuntutan keluarga besar yang tak ada habisnya.
Fairuz berharap melalui film garapan Anggy Umbara ini, masyarakat bisa menetapkan batasan yang sehat dalam berkeluarga.
"Aku pernah alami kegagalan, akhirnya berhasil, pasti banyak banget yang nanya gimana caranya punya keluarga yang happy. Jadi ya pastinya banyak yang nanya sih kayak gitu," tutup Fairuz.