News Berita

Dukung Dekarbonisasi, ASDP Tanam 2.500 Mangrove di Pesisir Banggai

Pada 2026, ASDP mengalokasikan anggaran CSR seperti tanam mangrove sebesar Rp 12,5 miliar, naik dibanding tahun lalu sebesar Rp 10 miliar. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Dukung Dekarbonisasi, ASDP Tanam 2.500 Mangrove di Pesisir Banggai
Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam penanaman Mangrove di kawasan pesisir Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (23/7/2026). Foto: ASDP
Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam penanaman Mangrove di kawasan pesisir Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (23/7/2026). Foto: ASDP

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menanam 2.500 pohon mangrove di kawasan pesisir Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (23/7). Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan penanaman mangrove merupakan implementasi dari salah satu prinsip utama perusahaan yakni menjaga lingkungan.

“Ini adalah salah satu komitmen kami dalam rangka menjaga lingkungan. Karena kita ini punya tiga prinsip, tiga J. Jaga diri, jaga alat, jaga lingkungan,” ujar Heru di Pagimana, Kamis (23/7).

Heru menjelaskan, jaga diri berarti memastikan seluruh insan perusahaan tidak bertindak merugikan maupun membahayakan diri sendiri dan lingkungan. Lalu jaga alat diwujudkan dengan merawat seluruh aset operasional, baik kapal maupun pelabuhan. Terakhir jaga lingkungan diwujudkan melalui berbagai program keberlanjutan, termasuk penanaman mangrove.

“Kita akan terus melakukan komitmen untuk menjaga lingkungan kita agar terus lestari...karena sejatinya dalam diri kita masing-masing itu adalah memegang mandat risiko. Jadi semua orang harus sama-sama saling menjaga lingkungan maupun menjaga sosial sekitarnya,” ucapnya.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam penanaman Mangrove di kawasan pesisir Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (23/7/2026). Foto: ASDP
Direktur Utama ASDP Heru Widodo dalam penanaman Mangrove di kawasan pesisir Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (23/7/2026). Foto: ASDP

Heru menyatakan, mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, menjadi habitat berbagai biota laut, serta mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar. Sehingga rehabilitasi mangrove menjadi salah satu solusi berbasis alam untuk mendukung mitigasi perubahan iklim.

Dalam program tersebut, ASDP menggandeng Jejakin untuk menerapkan sistem Digital Monitoring & Reporting. Teknologi tersebut digunakan untuk memantau lokasi penanaman, perkembangan pertumbuhan pohon, hingga estimasi penyerapan karbon melalui pemanfaatan satelit dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Heru mengatakan program TJSL serupa akan terus diperluas ke berbagai wilayah operasional ASDP.

“Ini akan selalu kita lakukan di sekitar area operasional kita. Kemarin di Bitung, hari ini di Luwuk. Nanti ke depan akan kita selenggarakan di cabang-cabang yang lainnya,” ucapnya.

Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Luwuk. Foto: ASDP
Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Luwuk. Foto: ASDP

Anggaran TJSL Capai Rp 12,5 Miliar

Pada 2026, ASDP mengalokasikan anggaran TJSL sebesar Rp 12,5 miliar, meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 10 miliar.

“Rp 12,5 miliar untuk 2026, ada kenaikan. Tahun lalu Rp 10 miliar. Kita doakan...kalau ASDP-nya semakin banyak untung, TJSL-nya semakin bertambah. Kegiatan sosialnya juga semakin bertambah,” kata Heru.

Sementara itu Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, program penanaman mangrove merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diintegrasikan dalam operasional perusahaan.

"Selain memberikan manfaat ekologis bagi kawasan pesisir, inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 Ekosistem Laut, dan SDG 15 Ekosistem Darat melalui upaya konservasi ekosistem pesisir yang berkelanjutan,” jelas Windy.

Buka sumber asli