News Berita

Dua Tahun Jelajahi Dunia, Kapal Pertamina Gas Dahlia Berlabuh di Indonesia

Kapal Pertamina Gas Dahlia kembali berlabuh di Indonesia setelah dua tahun berlayar di perairan Internasional. Ini cerita awak kapal. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Dua Tahun Jelajahi Dunia, Kapal Pertamina Gas Dahlia Berlabuh di Indonesia
Kapal Pertamina Gas Dahlia saat berlabuh di Terminal LPG Tanjung Sekong Banten, Kamis (24/4/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan
Kapal Pertamina Gas Dahlia saat berlabuh di Terminal LPG Tanjung Sekong Banten, Kamis (24/4/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Kapal Pertamina Gas Dahlia kembali berlabuh di Indonesia pada Jumat (24/4/2026) pagi. Setelah dua tahun berlayar membawa komponen LPG dari satu negara ke negara lain, kapal jenis Very Large Gas Carrier (VLGC) itu bersandar di Terminal LPG Tanjung Sekong, Merak, Banten, selama 40 jam.

Vega Pita selaku Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS) menjelaskan bahwa kapal milik PIS tersebut sedang melayani costumer internasional dan domestik dengan muatan propane butane, yakni bahan LPG. Dari Indonesia, kapal ini akan berlayar ke Fujairah di Uni Emirat Arab.

Kapal Pertamina Gas Dahlia saat berlabuh di Terminal LPG Tanjung Sekong Banten, Kamis (24/4/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan
Kapal Pertamina Gas Dahlia saat berlabuh di Terminal LPG Tanjung Sekong Banten, Kamis (24/4/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

“Kapal Gas Dahlia ini kemarin mengambil muatannya dari Houston, Amerika Serikat. Dia loading propane, lalu berlayar sampai stop pertama Di Port Klang, kapal Gas Dahlia melayani customer di sana, yaitu customer eksternal atau pihak ketiga. Dari Port Klang ke Sekong melayani customer Pertamina, dari Sekong dia mengantar lagi muatan untuk customer berikutnya di Merak,” jelas Vega kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

“Ini adalah salah satu contoh kapal yang melayani pasar yang kompleks; ada pasar internasional dan pasar domestik. Siapa yang mengawali kapal Gas Dahlia ini? Kapal ini diawaki oleh 100% WNI (Warga Negara Indonesia),” imbuh dia.

Kapal Pertamina Gas Dahlia saat berlabuh di Terminal LPG Tanjung Sekong Banten, Kamis (24/4/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan
Kapal Pertamina Gas Dahlia saat berlabuh di Terminal LPG Tanjung Sekong Banten, Kamis (24/4/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Kapal Pertamina Gas Dahlia memuat 41.400 metrik ton propane butane dengan kapasitas 58.000 metrik ton. Panjangnya mencapai 300 meter yang setara dengan luas 2 lapangan bola. Pada trip pertama tahun 2024, kapal mengelilingi hampir satu putaran bumi dari Korea hingga China membawa seluruh kru WNI.

Kapal yang baru beroperasi dua tahun ini pada Februari lalu lolos sertifikasi SIRE (Ship Inspection Report Programme) yang diterbitkan oleh salah satu perusahaan minyak dan gas multinasional yaitu Eni. Adanya sertifikasi ini membuat kapal lebih mudah masuk ke pelabuhan-pelabuhan internasional karena sudah sesuai standar.

Cerita Awak Kapal: Lewati Selat Hormuz; Menjadi Perempuan Minoritas

Marshel William, nahkoda Kapal Pertamina Gas Dahlia. Foto: Nabila Ulfa/kumparan
Marshel William, nahkoda Kapal Pertamina Gas Dahlia. Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Kapal dinahkodai Kapten Marshel William yang sudah bergabung di Pertamina Group sejak 2013 dan menjadi nahkoda Pertamina dari 2022. Pertamina Gas Dahlia menjadi kapal keenam bagi Marshel.

Tahun 2025, ia bergabung saat kapal berlayar dari Houston, kemudian berkelana ke Laut Vietnam, Karibia, Selat Malaka, sampai Kuwait.

“Kebetulan ordernya ke Kuwait pada Januari 2026 melalui Selat Hormuz. Untungnya saat itu belum terjadi perang seperti sekarang,” ujarnya.

Dari perairan yang pernah dilewati, Marshel mengaku Tanjung Harapan di Afrika Selatan menjadi tantangan buatnya.

“Itu pertemuan dua samudra, Hindia dan Atlantik, antara air dingin dan air hangat, jadi airnya

selalu bergejolak. Ombaknya tinggi, ditambah sering ada hurricane atau typhoon. Kami bekerja sama dengan tim di shorebase dan charterer untuk memantau pergerakan cuaca agar kapal tetap aman sampai tujuan,” jelas Marshel.

Roro Anka N. R., awak Kapal Pertamina Gas Dahlia. Foto: Nabila Ulfa/kumparan
Roro Anka N. R., awak Kapal Pertamina Gas Dahlia. Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Total ada 24 orang awak kapal yang berlayar kali ini, salah satunya adalah Roro Anka Nurasti Ramadhani sebagai Third Officer. Roro menjadi satu-satunya perempuan di Kapal Pertamina Gas Dahlia. Lulusan Nautika dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang ini mengaku senang bekerja di kapal Pertamina karena bisa berlayar ke Laut Mediterania, Portugal, sampai Mesir.

Bagi Roro, bekerja di industri maskulin seperti pelayaran memiliki tantangan tersendiri.

“Tantangannya adalah beradaptasi di lingkungan yang mayoritas laki-laki dan bagaimana saya tetap bisa memberikan pendapat meskipun sebagai minoritas,” ujarnya.

Mengikuti jejak sang ayah sebagai pelaut, perempuan usia 24 tahun ini bercita-cita jadi kapten (nakhoda). Ia berharap ada semakin banyak lagi perempuan yang berkarier di pelayaran.

“Pesan saya, tetaplah kejar impianmu dan jangan patah semangat,” pungkas Roro.

Buka sumber asli