News Berita

Dua Paus Bungkuk Pecahkan Rekor Migrasi, Berenang Sejauh 14.500 Kilometer

Paus bungkuk itu berenang dari Australia ke Brasil atau sejauh 14.500 kilometer. #kumparanSAINS

Dua Paus Bungkuk Pecahkan Rekor Migrasi, Berenang Sejauh 14.500 Kilometer
Dua ekor paus bungkuk terlihat di lepas pantai Rio de Janeiro, Brasil, pada 15 Juli 2025. Foto: PABLO PORCIUNCULA / AFP
Dua ekor paus bungkuk terlihat di lepas pantai Rio de Janeiro, Brasil, pada 15 Juli 2025. Foto: PABLO PORCIUNCULA / AFP

Para ilmuwan menemukan dua paus bungkuk melakukan perjalanan luar biasa dengan menyeberangi lautan antara Australia dan Brasil sejuah lebih dari 14.000 kilometer. Kedua paus tersebut mencatat migrasi terjauh yang pernah terdokumentasi pada spesies paus bungkuk.

Kedua paus itu dikenali melalui pola unik pada bagian bawah ekor mereka. Keduanya berenang sejuah sekitar 14.500 kilometer. Menariknya, kedua paus tersebut melakukan perjalanan ke arah yang berlawanan dan menempuh jarak yang melampaui rekor paus bungkuk sebelumnya.

“Ini adalah peristiwa yang sangat langka, tetapi juga menunjukkan dengan sangat jelas betapa luas wilayah jelajah hewan-hewan ini,” kata Phillip Clapham, mantan kepala program penelitian paus di NOAA yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

Paus bungkuk memang dikenal melakukan migrasi jarak jauh melintasi samudra besar dengan pola yang relatif konsisten. Biasanya, mereka mengikuti rute migrasi yang dipelajari dari induknya.

Di musim yang lebih hangat, paus bungkuk mencari makan berupa krill dan ikan-ikan kecil. Saat musim dingin tiba, mereka bermigrasi ke perairan tropis untuk berkembang biak. Namun, melacak pergerakan hewan yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah permukaan laut bukan perkara mudah.

Dalam studi yang terbit di jurnal Royal Society Open Science, para peneliti menganalisis lebih dari 19.000 foto paus yang dikumpulkan selama empat dekade terakhir oleh kelompok riset maupun ilmuwan warga (citizen scientists).

Perangkat lunak pengenal gambar kemudian digunakan untuk mengidentifikasi paus berdasarkan pola warna dan bentuk tepi ekornya yang khas. Melalui analisis tersebut, para peneliti menemukan dua individu paus yang sama-sama pernah difoto di lokasi perkembangbiakan di Australia bagian timur dan Brasil pada waktu yang berbeda.

Temuan itu menunjukkan bahwa kedua paus tersebut berhasil berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Salah satu paus bahkan tercatat menempuh perjalanan lebih dari 15.000 kilometer. Jarak ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh seekor paus bungkuk yang diketahui berenang dari Kolombia menuju Zanzibar.

Karena foto-foto yang tersedia hanya menunjukkan paus pada awal dan akhir perjalanan, para ilmuwan belum mengetahui rute pasti yang mereka tempuh selama migrasi tersebut. Para peneliti mengakui bahwa paus bungkuk umumnya tidak berpindah dari satu lokasi kawin ke lokasi kawin lainnya. Karena itu, alasan kedua paus tersebut melakukan perjalanan lintas samudra masih menjadi tanda tanya.

Menurut salah satu penulis studi, Stephanie Stack dari Pacific Whale Foundation, kemungkinan mereka bertemu kelompok paus lain di wilayah mencari makan yang sama, lalu memilih mengikuti kelompok tersebut alih-alih kembali ke lokasi asalnya.

“Menemukan bukan hanya satu, tetapi dua individu yang berhasil berpindah antara Australia dan Brasil menantang pemahaman kita selama ini mengenai seberapa terpisah sebenarnya populasi-populasi paus tersebut,” ujar Stack.

Perjalanan semacam ini dinilai lebih sulit dilakukan oleh paus di Belahan Bumi Utara karena keberadaan benua-benua besar yang menghambat jalur migrasi lintas samudra.

Menurut para ilmuwan, rekor perjalanan ini menunjukkan kemampuan luar biasa paus bungkuk dalam menjelajahi lautan dunia. Selain itu, metode identifikasi berbasis foto juga dapat membantu peneliti memantau perubahan pola migrasi paus di tengah perubahan iklim.

Pemanasan laut berpotensi mengubah persebaran krill, yang merupakan sumber makanan utama paus bungkuk. Jika itu terjadi, lokasi mencari makan maupun berkembang biak paus juga bisa ikut bergeser.

Buka sumber asli