Dolar AS Menguat, Pasar Tunggu Kepastian Kesepakatan Damai Iran-AS
Dolar AS menguat kembali dalam perdagangan Asia pada Jumat (12/6) usai gencatan senjata di Timur Tengah akan segera tercapai.#bisnisupdate #update #bisnis #text

Dolar AS menguat kembali dalam perdagangan Asia pada Jumat (12/6) usai gencatan senjata di Timur Tengah akan segera tercapai.
Mengutip Reuters, dolar AS terhadap yen Jepang, menguat naik 0,2 persen menjadi 160,235 yen.
Sementara itu, dolar Australia melemah 0,1 persen ke level USD 0,7045 dan dolar Selandia Baru (kiwi) turun 0,2 persen menjadi USD 0,5824.
Euro diperdagangkan di level USD 1,1574, bertahan dekat posisi terkuatnya dalam sepekan setelah Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.
Adapun poundsterling Inggris stabil di level USD 1,3415.
“Masih ada pertanyaan terkait harapan tercapainya kesepakatan, dan juga apakah kesepakatan itu akan diterima serta disetujui oleh Iran dan AS,” kata analis senior mata uang Mitsubishi UFJ Financial Group di Singapura, Michael Wan.
“Terdengar memang sudah cukup dekat, tetapi mereka belum benar-benar mencapai garis akhir," imbuhnya.
Harga Minyak Turun

Harga minyak mentah Brent turun 1,8 persen menjadi USD 88,76 per barel dalam perdagangan Asia setelah Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat dan Iran dapat menandatangani perjanjian damai paling cepat akhir pekan ini yang akan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran.
Namun, Iran membalas dengan menyatakan belum mengambil keputusan final terkait kesepakatan tersebut.
Sementara itu pasar aset kripto, bitcoin naik 0,5 persen menjadi USD 63.645,84, sedangkan ether menguat 0,4 persen ke level USD 1.676,83.