News Berita

Di Balik Istilah Jumat Berkah

Jumat berkah tidak hanya sekadar berbagi makanan, setiap kegiatan yang mendatangkan manfaat adalah Jumat Berkah.

Di Balik Istilah Jumat Berkah
Ilustrasi nasi berkat. Foto: Evy Alisha/Shutterstock
Ilustrasi nasi berkat. Foto: Evy Alisha/Shutterstock

Selesai salat Jumat di sebuah masjid, saat keluar meninggalkan masjid saya mendengar suara “Jumat berkah” yang berulang-ulang. Setelah saya menengok ke sumber suara, saya melihat beberapa orang sedang membagikan nasi bungkus kepada jemaah Jumat yang meninggalkan halaman masjid. Kejadian ini mirip cerita jamaah haji Indonesia, konon di Arab banyak orang berbagi makanan sambil mengatakan “halalan” berulang-ulang. Mungkin maksudnya silakan terima, ini halal lo.

Istilah “Jumat berkah” belakangan sering kita dengar di berbagai tempat di tengah masyarakat. Apa sebenarnya makna di balik istilah yang sekarang menjadi populer di tengah-tengah masyarakat Indonesia tersebut? Jika diamati, istilah itu terdiri dari dua unsur kata “Jumat” dan “berkah”. Jumat adalah salah satu nama hari. Menurut ajaran Islam Jumat adalah hari yang mulia, istimewa.

Jumat disebut sebagai sayyidul ayyam, penghulunya hari dalam satu minggu. Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah saw. bersabda sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat; pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya.

Sementara kata berkah diartikan sebagai kebaikan. Secara bahasa, berkah berasal dari bahasa Arab: barokah (بركة). Dalam Kamus Al Munawwir (1997) diterjemahkan sebagai nikmat. Ulama menyebutnya sebagai “khoirun ilahiyun” , sebagai kebaikan dari tuhan. Imam Al Ghazali menyebutnya sebagai bertambahnya kebaikan (ziyadatul khairi). Kebaikan dan kenikmatan tentu sesuatu yang sangat didambakan setiap orang.

Sekarang bagaimana agar kebaikan, keberkahan itu menjadi nyata menghampiri kita di hari Jumat? Paling tidak ada beberapa hal yang sepatutnya dikerjakan, diamalkan. Pertama, mengisi waktu sepanjang hari Jumat dengan memperbanyak ibadah. Salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting adalah doa.

Dalam hadist disebutkan bahwa doa adalah intisari dari ibadah. Apa doa itu? Secara bahasa doa berartikan permintaan atau permohonan. Kemudian doa didefinisikan sebagai penyerahan diri kepada Allah SWT. dalam memohon keinginan dan meminta dihindarkan dari hal yang dibenci.

Kedua, hari Jumat dapat diisi dengan kegiatan berbagi yakni infak atau sedekah.Infak adalah mengeluarkan sebagian harta atau pendapatan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan dalam ajaran Islam. Sedangkan sedekah ialah adalah pemberian harta atau non-harta yang dilakukan seseorang secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan, semata-mata untuk mencari rida Allah SWT.

Ketiga, berziarah ke makam orang tua. Ziarah adalah berkunjung ke tempat yang dianggap keramat atau mulia seperti kuburan para wali dengan tujuan untuk berkirim doa. Sebelum berziarah ke tempat lain berziaralah terlebih dahulu ke makam orang tua. Begitu norma yang patut dipenggangi. Jangan sampai berziarah ke tempat yang jauh, sementara orang tua yang kuburannya sangat dekat dilupakan, diabaikan.

Keempat, memperbanyak dzikir juga termasuk di dalamnya dianjurkan membaca surat-surat tertentu dari Al Quran seperti surat Yasin dan surat Al Kahfi. Selain itu memperbanyak membaca selawat kepada Nabi Muhammad saw. juga diperintahkan.

Belakangan istilah “Jumat Berkah” dimaknai sebagai berbagi kepada sesama pada hari Jumat. Sedekah Jumat bukan hanya memberi harta, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang nyata. Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan, baik fakir miskin, anak yatim, kaum dhu’afa, maupun mereka yang tertimpa musibah. Melalui sedekah Jumat, seorang muslim tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga menumbuhkan empati dan rasa persaudaraan sesama umat manusia.

Di era modern saat ini, sedekah Jumat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tidak harus selalu dalam jumlah besar, karena sekecil apa pun sedekah yang diberikan dengan ikhlas akan bernilai besar di sisi Allah Swt.. Sedekah bisa berupa uang, makanan untuk jemaah masjid, bantuan sosial, hingga dukungan bagi program kemanusiaan dan pemberdayaan umat. Kemudahan teknologi juga memungkinkan sedekah dilakukan secara digital melalui lembaga resmi yang aman dan tepercaya.

Jumat berkah ke depan bisa menjadi tradisi atau adat istiadat masyarakat Indonesia. Sepertinya Jumat berkah dapat diterima oleh masyarakat perkotaan juga pedesaan. Ini keunikan atau kelebihan Jumat berkah. Fenomena Jumat berkah ada di mana-mana. Jumat berkah masuk ke semua komunitas yang ada di tengah masyarakat. Jumat berkah sangat fleksibel. Bisa jadi ini disebabkan masyarakat Indonesia yang gemar berbagi, saling tolong menolong.

Lebih jauh selama ini tidak sedikit tradisi, adat istiadat yang ada di tengah masyarakat Indonesia merupakan implementasi dari nilai-nilai Islam yang telah terakulturasi dengan budaya, norma masyarakat setempat.

Apa Perlu Dikembangkan?

Saya kira sangat perlu. Kenapa? Pertama, selagi sesuatu itu bertujuan baik, dilakukan dengan cara yang baik maka sepatutnya dipertahankan dan dilestarikan. Tentu dengan menjaganya agar tidak melenceng dari tujuan awal serta merawatnya jangan sampai tradisi baik itu menjadi rusak. Jumat berkah sebenarnya ungkapan kepedulian kepada sesama. Jumat berkah tak lain adalah bersedekah dan berinfak memilih hari baik, yakni Jumat.

Kedua, menjaga tradisi seperti Jumat berkah tak lain adalah menjaga dan mengembangkan peradaban serta sejarah kemanusiaan. Sebab itu secara otomatis menjadi tanggung jawab bersama manusia sebagai pemilik peradaban.

Ketiga, layak dikembangkan dan dilestarikan karena tidak ada yang ditabrak. Jumat berkah tak melanggar hukum, norma, adat istiadat yang ada. Jumat berkah sejalan dengan nilai-nilai agama dan budaya bangsa. Lebih jauh, Jumat berkah terkait dengan sedekah dan infak yang dianjurkan oleh ajaran agama seperti yang disinggung sebelumnya.

Yang perlu menjadi catatan, jangan sampai fenomena tradisi Jumat berkah melenceng dari nilai-nilai atau tujuan awalnya. Itu yang wajib dijaga. Sebab bisa saja Jumat berkah akan melebar ke ranah yang lebih luas. Seperti dipahami bersama, masyarakat Indonesia dikenal sangat kreatif dalam mengembangkan segala hal terkait dengan tradisi, kebiasaan, adat istiadat dan lainnya.

Jika perlu infak dan sedekah pada Jumat berkah maknanya diperluas tidak sekadar berbagi makanan atau uang kepada yang membutuhkan. Setiap kegiatan yang mendatangkan manfaat bisa dikategorikan sebagai infak atau sedekah. Sehingga kegiatan seperti gotong royong membersihkan lingkungan, penghijauan dengan penanaman pohon, pengobatan gratis dan lainnya dapat juga disebut sebagai Jumat berkah.

Walhasil, Jumat berkah adalah fenomena sosial yang muncul di tengah masyarakat modern baik di pedesaan atau perkotaan. Jumat berkah akan menjadi tradisi baru masyarakat Indonesia. Jumat berkah memang berkah, mendatangkan kebaikan bagi semua. Wa Allahu Alam Bishawab.

Buka sumber asli