News Berita

Dedi Mulyadi Minta Warga Bandung Selatan Jaga Nilai-nilai Kehutanan

Dedi Mulyadi Minta Warga Bandung Selatan Jaga Nilai-nilai Kehutanan #newsupdate #update #news #text

Dedi Mulyadi Minta Warga Bandung Selatan Jaga Nilai-nilai Kehutanan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Sate Bandung, Rabu (17/12/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Gedung Sate Bandung, Rabu (17/12/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta masyarakat Bandung Selatan untuk menjaga alam dan nilai-nilai kehutanan. Hal ini dilakukan agar alam di Bandung Selatan bisa terjaga dan bencana seperti banjir bisa dicegah bersama-sama.

Sebelumnya pada Minggu (19/4), banjir setinggi 30 sentimeter hingga 2 meter merendam tiga kecamatan di kawasan Bandung Selatan yakni Bojongsoang, Baleendah, dan Dayeuhkolot. Banjir ini disebabkan oleh luapan air Sungai Citarum saat intensitas curah hujan tinggi.

KDM mengatakan, Bandung memiliki historis yang erat kaitannya dengan alam.

“Sebagai nama yang dijelaskan tadi, Bandung, Bandungan, artinya ada nilai-nilai hutan yang harus dijaga,” kata KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Senin (20/4).

Dedi mengaku telah menginstruksikan bupati untuk melakukan kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Bandung Selatan.

“Saya tadi sudah menyuruh bupati untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Bandung Selatan,” katanya.

Salah satu langkah yang diambil adalah mendorong masyarakat untuk rajin menanam sayur, kopi, hingga teh.

“Termasuk mengalihkan profesi pekerjaan yang tadinya kuli buruh menanam sayur menjadi buruh menanam teh dan menanam kopi, serta tanaman keras lainnya,” jelasnya.

Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak boleh merugikan masyarakat.

“Tetapi mereka tetap tidak boleh kehilangan penghasilannya, bahkan harus bertambah,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa program tersebut telah mulai dijalankan dan akan terus dikembangkan ke depannya.

“Secara variabelnya sudah dijalankan sekarang, hingga nanti jumlahnya akan terus ditambah,” ujarnya.

Selain meningkatkan kesejahteraan, kebijakan ini juga bertujuan menjaga fungsi ekologis wilayah Bandung Selatan.

Buka sumber asli