News Berita

Dasco Imbau Masyarakat Jual Dolar, Pekan Depan Diprediksi Rupiah Lebih Menguat

Dasco Imbau Masyarakat Jual Dolar, Pekan Depan Diprediksi Rupiah Lebih Menguat #newsupdate #update #news #text

Dasco Imbau Masyarakat Jual Dolar, Pekan Depan Diprediksi Rupiah Lebih Menguat
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku mendapatkan informasi pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi khusus yang diyakini dapat memperkuat nilai tukar rupiah dalam waktu dekat.

Menurut Dasco, langkah-langkah khusus tersebut akan mulai dijalankan dalam pekan ini.

“Saya juga mendapatkan informasi dari pihak pemerintah bahwa dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang kalau saya sudah dengar akan, dan saya yakini akan membuat nilai tukar atau rupiah menguat,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6).

Ia pun mengimbau masyarakat yang saat ini menyimpan dolar AS dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai tukar, agar mempertimbangkan kembali langkah tersebut.

“Ya mungkin bagi teman-teman sekalian yang saat ini menyimpan dolar karena ingin berharap ada kelebihan, sebaiknya dolarnya dilepas,” ujarnya.

Dasco menilai penguatan rupiah berpotensi terjadi dalam waktu dekat seiring implementasi strategi yang tengah disiapkan pemerintah.

“Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih demikian,” lanjutnya.

Selain faktor kebijakan pemerintah, Dasco juga menyoroti pentingnya kepercayaan publik terhadap pemerintah yang menurutnya turut memengaruhi sentimen pasar dan pergerakan nilai tukar.

Menurut dia, meningkatnya kepercayaan terhadap pemerintah menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung stabilitas pasar keuangan dan penguatan rupiah.

“Ya, saya pikir kan kepercayaan terhadap pemerintah juga semakin kuat, sehingga itu juga berpengaruh terhadap pasar dan juga terhadap penguatan nilai tukar rupiah. Nah, saya pikir kerja-kerja pemerintah akan terus dilakukan,” tuturnya.

Sejumlah uang kertas pecahan 100.000 rupiah Indonesia difoto di samping uang kertas pecahan 100 dolar AS di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
Sejumlah uang kertas pecahan 100.000 rupiah Indonesia difoto di samping uang kertas pecahan 100 dolar AS di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Sebelumnya, nilai tukar mata uang Rupiah sempat melemah drastis hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di level Rp18.234 per dolar AS pada perdagangan intraday.

Menanggapi gejolak tersebut, Bank Indonesia langsung melakukan intervensi di pasar keuangan dan memperketat aturan pembelian dolar maksimal USD 25 ribu per bulan tanpa dokumen underlying. Berkat langkah ini, nilai tukar Rupiah perlahan stabil dan menguat kembali ke kisaran Rp17.971 hingga Rp18.000 per dolar AS pada penutupan perdagangan.

Sementara itu, pasar saham lewat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sempat anjlok parah ke level 5.340 karena tekanan jual yang masif. Namun, situasi berbalik setelah DPR menggelar pertemuan dengan pihak perbankan untuk membahas wacana stabilisasi pasar dan buyback saham, yang membuat IHSG langsung melonjak tajam 7,57% ke level 5.746 pada hari berikutnya.

Tren penguatan ini terus berlanjut hingga ditutup di level 5.902, mencatatkan total kenaikan saham lebih dari 10% dalam dua hari perdagangan. Secara makro, pemerintah menyatakan kondisi keuangan negara lewat APBN masih sehat dengan pertumbuhan ekonomi kuartal I di angka 5,61% dan inflasi terkendali di angka 3,08%.

Buka sumber asli