News Berita

Danamon Bidik Pertumbuhan Simpanan Valas hingga 60 Persen pada 2026

Mayoritas transaksi valas nasabah Danamon untuk keperluan perjalanan luar negeri hingga pengiriman dana lintas negara. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Danamon Bidik Pertumbuhan Simpanan Valas hingga 60 Persen pada 2026
Liabilities Banking Services Head Danamon, Steven Dhalimarta, dalam gelaran Danamon Journalist Class 2026 di Menara Danamon, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Liabilities Banking Services Head Danamon, Steven Dhalimarta, dalam gelaran Danamon Journalist Class 2026 di Menara Danamon, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan simpanan valuta asing (valas) perusahaan yang melampaui rata-rata industri perbankan. Liabilities Banking Services Head Danamon, Steven Dhalimarta, menyebut simpanan valas di Danamon tumbuh sekitar 40 hingga 45 persen.

“Kalau (rata-rata industri perbankan) kan kurang lebih pertumbuhan sekitar 20 hingga 30 persen, pertumbuhan di kami itu lebih tinggi. Kurang lebih 40 hingga 45 persen,” kata Steven dalam gelaran Danamon Journalist Class 2026 di Menara Danamon, Jakarta, Rabu (8/7).

Steven mengungkapkan mayoritas transaksi valas nasabah berasal dari beberapa kebutuhan utama, di antaranya transaksi untuk keperluan perjalanan ke luar negeri, termasuk perjalanan ibadah. Lalu, transaksi valas didorong oleh kebutuhan remitansi untuk biaya pendidikan di luar negeri, khususnya dari nasabah affluent yang memiliki kebutuhan pengiriman dana lintas negara.

“Kita juga melihat transaksi yang tumbuh cukup besar dengan menggunakan kartu debit adalah pembayaran di platform global, kayak tadi bisa Agoda, bisa juga di Amazon,” ungkap Steven.

Steven merinci dari sisi komposisi simpanan valas, sekitar 70 hingga 80 persen berasal dari nasabah individu, sedangkan sisanya berasal dari nasabah korporasi. Ia mengungkapkan Danamon menargetkan pertumbuhan simpanan valas yang lebih tinggi hingga akhir tahun, yakni di kisaran 50 hingga 60 persen.

Ilustrasi Bank Danamon. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Ilustrasi Bank Danamon. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

“Target kami kurang lebih di 50-60 persen sih untuk pertumbuhan (tahun) ini. Jadi kita masih sering dalam perjalanan dari pertumbuhan transaksi valas,” ungkap Steven.

Steven juga menyinggung soal pengaruh pergerakan nilai tukar yang masih fluktuatif terhadap pergerakan transaksi valas Danamon. Katanya, fluktuasi mata uang justru membuat nasabah semakin sadar pentingnya merencanakan kebutuhan transaksi valas sejak dini.

“Ini mungkin penting sih, makannya kami juga Mengadakan solusi dalam bentuk layanan yang lebih pro. Nasabah jangan sampai pada saat mata uangnya terlalu tinggi, dia baru beli,” jelas Steven.

Karena itu, perusahaan mendorong nasabah untuk mempersiapkan kebutuhan valuta asing lebih awal melalui produk tabungan valas, sehingga tidak perlu membeli mata uang asing ketika nilainya sudah tinggi.

Danamon mencatat, DPK valas industri perbankan Indonesia tumbuh 18,7 persen secara tahunan atau year on year (yoy) hingga Mei 2026. Sementara itu, tabungan valas meningkat lebih tinggi, yakni 29,9 persen yoy. Di sisi lain, transaksi kartu debit untuk kebutuhan di luar negeri juga naik 37 persen yoy per Maret 2026.

Peningkatan kebutuhan valas tersebut didorong oleh beberapa faktor, utamanya meliputi perjalanan ke luar negeri, aktivitas ekspor-impor UMKM melalui platform e-commerce, hingga belanja di berbagai platform global.

Buka sumber asli