News Berita

CNG di India Makin Populer, Pangsa Pasar Salip Diesel

Berdasarkan data tahun fiskal 2026, pangsa pasar CNG di India mencapai 21,98 persen, naik dari 19,60 persen pada tahun sebelumnya. #kumparanOTO

CNG di India Makin Populer, Pangsa Pasar Salip Diesel
Suasana lalu lintas di jalan raya di Mumbai, India, (11/6). Foto: Francis Mascarenhas/REUTERS
Suasana lalu lintas di jalan raya di Mumbai, India, (11/6). Foto: Francis Mascarenhas/REUTERS

Penggunaan bahan bakar gas atau CNG terus menunjukkan tren peningkatan signifikan di pasar kendaraan penumpang. Bahkan, untuk tahun kedua berturut-turut, CNG menjadi jenis bahan bakar terpopuler kedua setelah bensin.

Disitat dari Auto Car India, berdasarkan data tahun fiskal 2026, pangsa pasar CNG mencapai 21,98 persen, naik dari 19,60 persen pada tahun sebelumnya. Angka tersebut sudah melampaui diesel yang berada di level 18,08 persen, sementara kendaraan listrik baru menyentuh 4,25 persen.

Di sisi lain, bensin masih menjadi yang terbesar meski trennya menurun. Pangsa pasar mobil bensin turun menjadi 47,48 persen dari sebelumnya 50,82 persen.

PLTGC CNG Jakabaring Palembang Foto: Selfy Momongan/kumparan
PLTGC CNG Jakabaring Palembang Foto: Selfy Momongan/kumparan

Secara volume, dari total penjualan sekitar 4,7 juta unit kendaraan penumpang, sebanyak 1,03 juta unit di antaranya merupakan mobil berbahan bakar CNG. Artinya, hampir satu dari empat mobil yang terjual kini sudah menggunakan bahan bakar gas.

Tren ini menunjukkan pertumbuhan konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Jika tiga tahun lalu pangsanya masih di kisaran 12–13 persen, kini sudah mendekati 22 persen.

Kenaikan ini didorong oleh biaya operasional yang lebih rendah dibanding bensin. Secara umum, penggunaan CNG bisa menghemat sekitar 40–50 persen biaya per kilometer.

Selain itu, selisih harga antara mobil bensin dan varian CNG bawaan pabrik juga relatif terjangkau. Dengan perbedaan sekitar Rp 15–20 jutaan, biaya tambahan tersebut bisa balik modal dalam waktu kurang dari 18 bulan untuk penggunaan 15.000–20.000 km per tahun.

Sejumlah kendaraan berada di jalanan di tengah kabut asap yang pekat di New Delhi, India, Rabu (13/11/2024). Foto: SAJJAD HUSSAIN/AFP
Sejumlah kendaraan berada di jalanan di tengah kabut asap yang pekat di New Delhi, India, Rabu (13/11/2024). Foto: SAJJAD HUSSAIN/AFP

Faktor lain yang mempercepat adopsi adalah pengembangan infrastruktur. Jaringan distribusi gas kota kini telah menjangkau lebih dari 600 kota, meningkat dua kali lipat dibanding tiga tahun lalu.

Survei dari Federation of Automobile Dealers Associations (FADA) juga menunjukkan perubahan perilaku konsumen. Sekitar 36,5 persen dealer menyebut kenaikan harga BBM memengaruhi keputusan pembelian, sementara 56,9 persen melihat peningkatan minat terhadap CNG dan kendaraan listrik.

Di sisi produsen, ekspansi model CNG juga semakin masif. Maruti Suzuki masih menjadi pemain utama dengan pilihan produk paling luas di berbagai segmen.

Produk gas bumi CNG Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, mulai disalurkan ke Kota Balikpapan Kalimantan Timur. Foto: Dok. PGN
Produk gas bumi CNG Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, mulai disalurkan ke Kota Balikpapan Kalimantan Timur. Foto: Dok. PGN

Sementara itu, Tata Motors menghadirkan varian CNG di sejumlah model populer seperti Tata Nexon, Tata Punch, Tata Tiago, dan Tata Altroz. Penjualannya bahkan menembus 172 ribu unit sepanjang FY2026, naik 24 persen secara tahunan.

Produsen lain seperti Hyundai juga ikut meramaikan pasar dengan menghadirkan opsi CNG pada model seperti Hyundai Grand i10 Nios, Hyundai Aura, dan Hyundai Exter.

Dengan semakin luasnya pilihan produk dan harga yang kini berada di rentang Rp 5 jutaan hingga Rp 15 jutaan (setara pasar India), CNG kian mengukuhkan posisinya sebagai solusi bahan bakar alternatif. Tren ini sekaligus menegaskan peran CNG sebagai jembatan menuju elektrifikasi kendaraan di masa depan.

Buka sumber asli