China Yakin Ekonomi Tetap Digdaya, Target Pertumbuhan 2026 Turun Hanya Pedoman
China mencatat target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 yang turun dari realisasi tahun lalu hanya menjadi pedoman di tengah ketidakpastian ekonomi global.#bisnisupdate #update #bisnis #text

Pemerintah China menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 yang turun dari realisasi tahun lalu hanya menjadi pedoman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Chairman of APEC 2026 Senior Officials Meeting sekaligus President China Public Diplomacy Association, Chen Xu, mengatakan bahwa sebagai perekonomian terbesar kedua di dunia, China masih menjadi sorotan global dan banyak negara belajar dari keberhasilan tersebut.
Selama beberapa tahun terakhir, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi tahunan China sekitar 5,4 persen. Pada tahun 2025, kontribusi China terhadap ekonomi global sekitar 30 persen.
"Perubahan drastis dalam ekonomi internasional, lingkungan perdagangan, unilateralisme dan proteksionisme tiba-tiba meningkat, dan ekspektasi pasar tentu saja terganggu. Itulah kenyataan yang kita hadapi, tidak hanya China, namun semua bagian dunia," tegasnya saat Konferensi Pers Linjia 7 Salon di Beijing, China, dikutip Kamis (30/4).
Pada tahun 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) China tumbuh 5 persen, dengan total agregat lebih dari RMB 140 triliun. Chen menambahkan, dari sisi perdagangan, pertumbuhan ekspor China mencapai 6,1 persen.
Ekspor-Impor Naik

Dalam dua bulan pertama tahun ini, lanjut dia, total ekspor dan impor barang China mencapai RMB 7,73 triliun, naik 16,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa ekonomi China masih terbilang tangguh.
"Meskipun lingkungan internasional sangat kompleks dan berbagai risiko serta tantangan, China mampu mewujudkan pertumbuhan yang cukup baik," kata Chen.
Selain itu, Chen juga menggarisbawahi bahwa China memiliki pasar konsumen potensial terbesar di dunia dan ekonomi berkembang terbesar. Kondisi ini, menurutnya, mendukung momentum pertumbuhan jangka panjang yang kuat lebih terkonsolidasi.
Dengan demikian, dia menjamin bahwa fundamental dan ketahanan pertumbuhan ekonomi China masih sangat kuat. Ke depannya, pemerintah akan menerapkan Rencana Lima Tahun ke-15 yang dimulai tahun ini, dan memberikan kepastian yang dibutuhkan bagi dunia.
"Terlepas dari berbagai arus negatif, terlepas dari gelombang dan angin, China berada pada posisi yang baik untuk memastikan kapal raksasa ekonominya ini dapat berlayar maju," tegas Chen.
Sementara itu, Member of the Pacific Economic Cooperation Council, Zhang Jianping, menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi China tahun ini yakni dalam kisaran 4,5 persen sampai 5 persen, memang lebih rendah dari sebelumnya.
"Jika diakumulasikan dalam dolar AS, ekonomi China telah melampaui USD 20 triliun. Semakin besar ukurannya, dan karenanya pertumbuhan ekonomi yang relatif lebih rendah," ungkapnya.
Zhang mencontohkan, Amerika Serikat (AS) juga memiliki pertumbuhan ekonomi yang relatif kecil, hanya 2-3 persen, namun kinerja perekonomiannya sangat baik. Dia pun menegaskan bahwa target tersebut hanya menjadi pedoman di tengah ketidakpastian geopolitik global.
"Target kami bukanlah tujuan yang wajib, tetapi pedoman umum. Dan untuk pertama kalinya dalam satu dekade, China menggunakan kisaran pertumbuhan ekonomi dari 4,5-5 persen sebagai hasil pertimbangan konflik geopolitik yang sering terjadi serta ketidakpastian dan ketidakstabilan dalam pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
Meskipun ada berbagai tantangan proteksionisme dan unilateralisme, lanjut Zhang, China masih menjadi produsen sekaligus pasar konsumen tunggal terbesar kedua di dunia, bahkan hampir menyaingi AS.
"Terlepas dari pangsa ekonomi AS yang besar, kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi hanya setengah dari kontribusi China. Jadi China akan terus bekerja keras dan mengajak negara-negara lain untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik," jelas Zhang.