BP BUMN Pangkas Entitas Usaha PLN Jadi 23 Pasca Blackout Sumatera
BP BUMN pangkas entitas usaha PLN menjadi 23, dari sebelumnya 44, melalui program streamlining PLN Group. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan pemerintah akan memangkas entitas usaha PT PLN (Persero) dari 44 menjadi 23 entitas, melalui program streamlining PLN Group.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Direksi PLN, Selasa (2/6), membahas perkembangan program streamlining PLN Group, realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta langkah penguatan sistem kelistrikan pasca gangguan yang terjadi di Sumatera.
“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Dony dalam keterangan resmi, Rabu (3/4).
Dalam pertemuan tersebut, PLN memaparkan berbagai langkah strategis yang tengah dijalankan. Salah satu fokus utama adalah percepatan program streamlining PLN Group melalui konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, serta penyederhanaan struktur usaha.
Hingga tahun 2028, PLN menargetkan jumlah entitas usaha dapat dirampingkan dari 44 entitas menjadi 23 entitas untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan terintegrasi.
Selain transformasi korporasi, PLN juga melaporkan perkembangan implementasi RUPTL 2025–2034 yang positif. Dari total proyek yang direncanakan, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen telah memasuki tahap eksekusi.
Capaian tersebut merupakan komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional, mulai dari pembangunan pembangkit, jaringan transmisi, hingga gardu induk untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.
Pembahasan juga menyoroti langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan pasca gangguan yang terjadi di Sumatera. PLN terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem guna meningkatkan keandalan pasokan listrik.
Sejumlah proyek strategis tengah disiapkan, termasuk penguatan infrastruktur backbone kelistrikan Sumatera, pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas pembangkit di berbagai wilayah guna memperkuat ketahanan sistem dan meminimalkan risiko gangguan di masa mendatang.