BNPT Respons Kasus Ledakan Bom di MAN 3 Padang
BNPT Respons Kasus Ledakan Bom di MAN 3 Padang #newsupdate #news #update #text

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merespons insiden ledakan bom rakitan yang dilakukan oleh seorang siswa di MAN 3 Kota Padang, Sumatera Barat.
Kepala Bagian Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Teknologi Informasi BNPT, Tjandra Sulistiyono, menegaskan bahwa pihaknya akan menggandeng sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait guna mencegah kasus serupa terulang kembali di lingkungan pendidikan.
"BNPT sudah melakukan kolaborasi dengan Kementerian/Lembaga terkait dalam penanggulangan terorisme," ujar Tjandra kepada wartawan, Kamis (16/7).
Tjandra juga mengatakan bahwa bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program maupun dalam kerangka kerja sama antar lembaga.
"Baik dalam setiap program kegiatan yang dilakukan bersama maupun dalam kerangka kerja sama antar K/L," imbuhnya.

Sebelumnya, ledakan terjadi di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (14/7) pukul 10.15 WIB. Sumber ledakan berasal dari dalam laci meja di salah satu ruang kelas bagian luar sekolah.
Ledakan yang bersifat low explosive itu disebabkan oleh bom rakitan yang dibawa oleh siswa kelas XII berinisial R.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif R melakukan aksinya adalah dendam akibat menjadi korban perundungan sejak kelas IX.
Polisi turut menemukan sebuah katapel, kelereng, serta bahan yang diduga merupakan bom rakitan dalam tas pelaku.
Dari keterangan polisi, R belajar merakit bom tersebut dari internet. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.