Belum Siap ke EV, Wuling Bidik Konsumen Lewat Mobil PHEV
Wuling mengungkapkan segmen PHEV di Indonesia itu punya potensi yang cukup besar. #kumparanOTO

Produsen otomotif asal Tiongkok, Wuling Motors, melihat kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai salah satu solusi transisi bagi konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV).
Senior Manager Brand Communication Wuling Motors, Brian Gomgom mengatakan, segmen PHEV memiliki peluang pertumbuhan di Indonesia, karena tidak semua konsumen merasa nyaman langsung menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai.
“Ya sebenarnya kalau kita melihatnya adalah memang di PHEV ini ada ceruk, atau ada pasarnya memang. Karena beberapa orang juga masih belum berani untuk hijrah langsung ke EV,” buka Brian saat ditemui di Purwokerto, Rabu (3/4/2026).

Menurut dia, teknologi PHEV menawarkan fleksibilitas karena menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik. Konsumen juga tetap dapat melakukan pengisian daya layaknya mobil listrik pada umumnya.
“Jadi PHEV ini sebagai penjembatannya lah. Dimana PHEV ini sendiri kan sebenarnya bisa dilakukan pengisian daya seperti mobil listrik pada umumnya,” katanya.
Wuling kata Brian, melihat kehadiran model PHEV seperti Darion dan Eksion sebagai langkah untuk mengakomodasi kebutuhan konsumen, yang berada di antara kendaraan konvensional dan mobil listrik murni.
Brian juga menilai potensi pasar PHEV semakin terlihat seiring bertambahnya jumlah pabrikan yang mulai menawarkan teknologi serupa di Indonesia.

“Jadi PHEV ini jembatannya lah antara dari ICE dan juga ke EV. Nah jadi kita lihat memang pasar tersebut punya potensi, dan setelah kita berada di pasar PHEV lewat Darion dan Eksion, kita lihat semakin banyak juga pemain-pemain yang menghadirkan PHEV,” ucapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut serupa dengan perkembangan pasar mobil listrik beberapa tahun lalu. Saat Wuling mulai bermain di segmen EV pada 2022, jumlah pemain masih terbatas. Namun kini semakin banyak merek yang turut meramaikan pasar kendaraan listrik nasional.
“Ini sama hal yang terjadi saat Wuling bermain mobil listrik tahun 2022, dimana hanya sedikit pemain tetapi sekarang sudah banyak pemain yang ada di EV. Itu juga salah satu indikator kenapa segmen PHEV di Indonesia itu punya potensi yang cukup besar,” tuturnya.
Terkait persaingan di segmen PHEV, Wuling mengaku akan terus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Perusahaan menyesuaikan strategi produknya berdasarkan perkembangan tren dan minat pasar terhadap teknologi elektrifikasi.
"Ya kalau kami intinya adalah kami akan menghadirkan produk dan juga inovasi-inovasi yang relevan sama pasar Indonesia. Ketika pasar Indonesia ingin mencoba EV, kami hadirkan EV dan kami produksi sendiri di Indonesia. Dan saat kita melihat adanya potensi PHEV, kami pun juga melakukan produksi PHEV di pabrik kami di Cikarang, Jawa Barat," ujar Brian.

Ia menambahkan, fasilitas produksi Wuling di Cikarang saat ini telah mampu memproduksi berbagai jenis kendaraan dengan teknologi penggerak yang berbeda, mulai dari mesin pembakaran internal (ICE), hybrid, EV, hingga PHEV.
“Dan tentunya ini menggambarkan bahwa kemampuan pabrik Wuling di Cikarang itu tidak hanya produksi ICE, kami juga bisa produksi hybrid, kami juga bisa produksi EV, dan juga kami bisa produksi PHEV. Jadi empat teknologi dari engine sendiri atau powertrain sendiri itu kita bisa hadirkan di pasar Indonesia dan dimanufaktur di Indonesia,” tutupnya.