News Berita

Belanja di China Bisa Bayar pakai QRIS Mulai 30 April 2026

Selama masa uji coba, tercatat transaksi menggunakan QRIS mencapai 1,64 juta transaksi. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Belanja di China Bisa Bayar pakai QRIS Mulai 30 April 2026
Pembeli membayar belanjaannya menggunakan qris di salah satu kios di Pasar Santa, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan
Pembeli membayar belanjaannya menggunakan qris di salah satu kios di Pasar Santa, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Bank Indonesia (BI) menargetkan implementasi pembayaran lintas negara menggunakan QRIS antara Indonesia dan China mulai berlaku pada 30 April 2026.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menyampaikan kesiapan implementasi QRIS lintas negara dengan China telah memasuki tahap akhir, baik dari sisi teknis maupun bisnis.

“Nah sementara untuk QRIS cross border dengan Tiongkok seperti saya sudah update, implementasinya mudah-mudahan QRIS antar negara Indonesia-Tiongkok ini mudah-mudahan di tanggal 30 April kita bisa launching,” jelas Filianingsih dalam Rapat Dewan Gubernur BI April 2026 secara daring, Rabu (22/4).

Filianingsih mengungkapkan, selama masa sandboxing atau uji coba, transaksi yang tercatat mencapai 1,64 juta transaksi dengan nominal Rp 556 miliar.

“Ini baru sandboxing ya baru uji cobanya jadi nanti pada saat launching ini mudah-mudahan akan lebih tinggi lagi,” lanjutnya.

Dari sisi ekosistem, kerja sama ini melibatkan puluhan penyelenggara. Indonesia diwakili oleh 24 institusi, yang terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga non-bank, sementara dari Tiongkok ada 19 penyelenggara yang telah bergabung.

“Jadi pada dasarnya baik dari aspek teknis maupun aspek bisnis ini sudah siap untuk diimplementasikan jadi nanti istilahnya tanggal 30 kita akan gunting pita,” ucap Filianingsih.

Transaksi BI-Fast Rp 3.519 triliun pada Kuartal I 2026

Di sisi lain, BI juga mencatat pertumbuhan pada sistem pembayaran domestik, khususnya melalui BI-FAST. Sepanjang kuartal I 2026, volume transaksi BI-FAST mencapai 1,4 miliar transaksi atau tumbuh 31 persen secara tahunan.

“Di triwulan 1 2026 volume transaksi BI Fast itu mencapai 1,4 miliar transaksi atau meningkat sekitar 31 persen secara year on year,” tutur dia.

Peningkatan juga terlihat dari rata-rata transaksi harian yang mencapai 15,6 juta transaksi, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 14,8 juta transaksi.

Dari sisi nilai, transaksi BI-FAST tercatat mencapai Rp 3.519 triliun atau tumbuh 28,35 persen secara tahunan.

BI tengah menyiapkan pengembangan sistem pembayaran generasi baru melalui New BI-FAST. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas, efisiensi, serta keamanan transaksi di masa depan.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendrata di Kompleks Parlemen, Rabu (15/11). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendrata di Kompleks Parlemen, Rabu (15/11). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

“Dan sesuai dengan roadmap dalam blueprint sistem pembayaran Indonesia 2030 saat ini kami di Bank Indonesia sedang mempersiapkan new BI Fast, BI Fast baru dan juga industri fast payment,” jelas ia.

Filianingsih menuturkan, pengembangan ini mencakup standar teknis dan tata kelola yang lebih baik guna mendukung interoperabilitas jangka panjang.

Selain itu, sistem baru BI-Fast juga dirancang mengantisipasi lonjakan transaksi sekaligus memperkuat mitigasi risiko, termasuk potensi fraud dan ancaman siber.

“Dan new BI Fast ini memang dirancang untuk mampu mengantisipasi lonjakan transaksi di masa depan dan juga manajemen risiko yang semakin resilient terutama untuk mencegah risiko fraud maupun cyber,” katanya.

Buka sumber asli