News Berita

Bahlil Pastikan Pasokan Gas RI Aman, Tak Ada Defisit Tahun Ini

Bahlil menjamin tahun ini Indonesia tak kekurangan gas alam cair atau LNG karena kebutuhan domestik diprioritaskan sebelum diekspor. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Bahlil Pastikan Pasokan Gas RI Aman, Tak Ada Defisit Tahun Ini
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kedua kiri) berjabat tangan dengan Head of Middle and Far East Region ENI Ciro Pagano (kedua kanan) saat konferensi pers terkait penemuan cadangan gas raksasa di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kedua kiri) berjabat tangan dengan Head of Middle and Far East Region ENI Ciro Pagano (kedua kanan) saat konferensi pers terkait penemuan cadangan gas raksasa di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan alokasi produksi gas, termasuk Liquefied Natural Gas (LNG) untuk konsumsi dalam negeri pada tahun 2026 dipastikan aman. Katanya, pihaknya juga tetap menjaga komitmen ekspor sebesar 28 hingga 30 persen dari total produksi gas nasional.

“Alokasi untuk konsumsi dalam negeri di tahun 2026 itu sudah clear. Termasuk dengan komitmen kita terhadap market di luar negeri, sekitar kurang lebih 28 sampai 30 persen total produksi gas kita, itu memang ekspor untuk memenuhi komitmen dengan pasar luar negeri,” jelas Bahlil usai konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (20/4).

Bahlil menjamin, kondisi tahun 2026 sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun 2025 yang sempat mengalami defisit sekitar 40 hingga 50 kargo.

“Sekarang kita sudah clear kan semuanya dan kita memenuhi kewajiban kita baik kepada dalam negeri maupun offtaker di luar negeri,” lanjut Bahlil.

Ilustrasi pengeboran gas Pertamina. Foto: Pertamina
Ilustrasi pengeboran gas Pertamina. Foto: Pertamina

Di tengah adanya kekhawatiran mengenai kurangnya pasokan gas, Bahlil juga memastikan saat ini tidak ada defisit gas. “Nggak ada. Nggak ada defisit,” ucap Bahlil.

Kendati demikian, jika pertumbuhan ekonomi meningkat dan memicu lonjakan permintaan, ia akan menyiapkan langkah-langkah strategis tambahan. “Kalau ekonominya naik, pasti penambahan lagi, kalau penambahan naik, kita cari akal lagi. Memang kita hidup ini harus butuh akal banyak agar menyelesaikan,” ucap Bahlil.

Adapun perusahaan energi asal Italia, Eni, mengumumkan penemuan cadangan gas besar melalui sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal, Cekungan Kutai, sekitar 70 kilometer dari lepas pantai Kalimantan Timur.

Eni memperkirakan, potensi sumber daya mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik gas dan 300 juta barel kondensat. Bahlil mengatakan, sumur ini ditargetkan bisa berproduksi mulai 2028.

“Ini strategi agar gas kita tidak impor, kita penuhi dalam negeri, dan dorong untuk hilirisasi. Selain itu juga kurangnya impor crude dengan adanya penambahan kondensat,” ucap Bahlil dalam kesempatan yang sama.

Buka sumber asli