ASDP Sebut MBG Perkuat Distribusi Beras dan Pangan ke Wilayah Kepulauan
ASDP Sebut MBG Perkuat Distribusi Beras dan Pangan ke Wilayah Kepulauan #bisnisupdate #update #bisnis #text

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan semakin memperkuat kebutuhan distribusi logistik pangan antarpulau. Perseroan memastikan kapal penyeberangan akan tetap menjadi salah satu penopang kelancaran pasokan bahan pangan, khususnya di wilayah kepulauan, terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, peran perusahaan dalam mendukung MBG tidak dilakukan secara langsung melalui kerja sama bisnis tertentu. Namun, meningkatnya kebutuhan distribusi bahan makanan antarpulau akan membuat layanan penyeberangan ASDP semakin dibutuhkan.
“MBG itu, ya, tentu kita pasti ada perannya tapi secara tidak langsung artinya bukan kerena B2B, bukan, tapi secara tidak langsung karena memang kebutuhan logistik makanan, ya, khususnya ini antar kepulauan, kan, pasti akan terus berjalan apalagi dengan adanya MBG ini tentunya keberadaan kita juga menjadi faktor penting juga untuk keberlangsungan program MBG.” kata Heru di Luwuk, dikutip Jumat (24/7).
Menurut Heru, kebutuhan distribusi logistik pangan melalui jalur laut akan terus meningkat seiring implementasi MBG. Karena itu, ASDP memandang penguatan armada dan jaringan penyeberangan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi antarpulau.
Sementara itu, Direktur Teknik ASDP Nana Sutisna mengatakan distribusi logistik ke wilayah kepulauan sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum program MBG dijalankan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia, terutama saat cuaca buruk atau daerah mengalami keterbatasan akses.

Ia menjelaskan kapal-kapal ASDP selama ini mengangkut berbagai komoditas kebutuhan masyarakat ke wilayah kepulauan, termasuk beras dan sayur-sayuran. Sebaliknya, hasil perikanan dari daerah kepulauan didistribusikan ke wilayah lain melalui jalur penyeberangan.
“Sebelum ada MBG sudah konteksnya mengirim logistik-logistik, namun adanya MBG ini dipastikan lagi lebih akan diperkuat lagi dengan kehadiran kapalnya.” ujar Nana.
Menurutnya, keberadaan kapal penyeberangan juga berperan menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah kepulauan. Ia mencontohkan daerah Banggai Laut yang memasok hasil perikanan, sementara beras dan sayur-sayuran dikirim dari wilayah daratan.
“Di Banggai itu kalau untuk ikan banyak dari sana, dari Banggai Luwuk,” katanya.
ASDP memastikan akan terus menjaga layanan penyeberangan di wilayah 3T agar distribusi logistik tetap berjalan, sekaligus mendukung kelancaran pasokan pangan yang dibutuhkan masyarakat maupun pelaksanaan program MBG di berbagai daerah kepulauan.