News Berita

Apple Gugat OpenAI, Tuding Curi Rahasia Dagang demi Kembangkan Perangkat AI

Apple menuduh OpenAI secara sistematis memperoleh informasi rahasia dari mantan karyawan Apple. #kumparanTECH

Apple Gugat OpenAI, Tuding Curi Rahasia Dagang demi Kembangkan Perangkat AI
Orang-orang menghadiri presentasi produk pada Apple Event "Far Out" di kantor pusat Apple, Cupertino, California, Amerika Serikat, Rabu (7/9/2022). Foto: Carlos Barria/Reuters
Orang-orang menghadiri presentasi produk pada Apple Event "Far Out" di kantor pusat Apple, Cupertino, California, Amerika Serikat, Rabu (7/9/2022). Foto: Carlos Barria/Reuters

Apple resmi menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang dan pelanggaran kontrak. Apple menuduh OpenAI secara sistematis memperoleh informasi rahasia dari mantan karyawan Apple untuk mempercepat pengembangan perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (artifical intelligence/AI).

Gugatan tersebut diajukan pada Jumat (10/10) ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California. Dalam dokumen gugatan disebutkan bahwa dugaan pelanggaran itu dilakukan atas arahan jajaran petinggi OpenAI, termasuk Chief Hardware Officer Tang Tan, yang sebelumnya menghabiskan 24 tahun berkarier di Apple dan terakhir menjabat sebagai Vice President of Product Design untuk iPhone dan Apple Watch.

Apple menuduh Tang Tan menggunakan nama kode proyek rahasia Apple saat merekrut calon karyawan, meminta pelamar membawa komponen perangkat keras Apple ke sesi wawancara, membimbing karyawan yang hendak keluar dari Apple biar bisa menghindari prosedur keamanan perusahaan, hingga meminta informasi mengenai produk Apple yang belum diumumkan ke publik.

Gugatan ini muncul di tengah rumor OpenAI yang disebut sedang mengembangkan perangkat keras pertamanya dan diperkirakan akan bersaing langsung dengan iPhone.

Pada April lalu, analis industri Ming-Chi Kuo menyebut perangkat tersebut kemungkinan berupa smartphone yang mengandalkan agen AI sebagai pengganti aplikasi konvensional. Jika benar, produk itu berpotensi menjadi salah satu ancaman terbesar bagi bisnis perangkat keras Apple.

Ambisi OpenAI di sektor perangkat keras semakin kuat setelah perusahaan itu mengakuisisi startup perangkat milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive, yakni io, dalam kesepakatan senilai 6,5 miliar dolar AS tahun lalu. Meski nama io disebut dalam gugatan, Jony Ive sendiri tidak menjadi pihak yang dituduh.

Ilustrasi ChatGPT Atlas dan OpenAI. Foto: Dado Ruvic/Reuters
Ilustrasi ChatGPT Atlas dan OpenAI. Foto: Dado Ruvic/Reuters

Selain Tang Tan, Apple juga menyeret nama mantan karyawan lain yang kini bekerja di OpenAI, Chang Liu. Apple menuduh Liu tidak mengembalikan laptop milik perusahaan setelah keluar dari Apple pada 2026. Selama masih menguasai perangkat tersebut, Liu diduga mengunduh berbagai dokumen teknis rahasia milik Apple.

Menurut Apple, dokumen yang diambil mencakup informasi mengenai teknologi, fitur, dan produk yang belum dirilis, termasuk spesifikasi teknis, presentasi internal untuk tim rekayasa, hingga data proyek yang bersifat rahasia.

Liu juga dituduh membagikan informasi rahasia Apple kepada mantan rekan kerjanya yang sedang melamar pekerjaan di OpenAI. Bahkan, ia disebut memberi arahan mengenai materi yang perlu dipelajari sebelum mengikuti proses wawancara.

Apple Sebut OpenAI Terapkan Strategi Sistematis

Dalam gugatannya, Apple mengeklaim telah mengirim surat kepada OpenAI pada Februari untuk menyampaikan kekhawatiran terkait dugaan penyalahgunaan informasi rahasia. Namun, OpenAI tidak pernah memberikan tanggapan.

Apple menilai tindakan para mantan karyawannya tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari strategi OpenAI untuk memperoleh informasi rahasia perusahaan. Menurut Apple, OpenAI diduga meminta calon karyawan membawa desain, prototipe, hingga menjelaskan proses pemilihan komponen dan pemasok yang digunakan Apple dalam mengembangkan produknya.

Apple juga mengeklaim investigasi internal menemukan OpenAI dan sejumlah mitranya telah memanfaatkan informasi rahasia dari Apple dalam mengembangkan perangkat keras mereka sendiri.

Salah satu contohnya adalah penggunaan metal finishing yang dipatenkan Apple. Dalam gugatan disebut OpenAI membuat salah satu mitranya percaya mereka telah mendapatkan izin untuk menggunakan teknologi milik Apple tersebut. Apple menegaskan praktik semacam ini menjadi ancaman serius terhadap hak kekayaan intelektual perusahaan.

Tampilan iPhone Air saat sesi peluncuran di distrik Shibuya, Tokyo. Foto: Stringer/AFP
Tampilan iPhone Air saat sesi peluncuran di distrik Shibuya, Tokyo. Foto: Stringer/AFP

"Ini hanyalah puncak gunung es. Apple tidak memiliki visibilitas terhadap apa yang terjadi di balik pintu tertutup OpenAI, tempat praktik semacam ini dinormalisasi dan dicontohkan oleh para pemimpinnya," tulis Apple dalam dokumen gugatan.

Perusahaan itu juga menuduh bisnis perangkat keras OpenAI dibangun di atas fondasi yang rapuh karena bergantung pada rahasia dagang yang diperoleh secara ilegal.

Apple Minta Pengadilan Hentikan Penggunaan Rahasia Dagang

Melalui gugatan tersebut, Apple meminta pengadilan melarang OpenAI menggunakan atau mengungkapkan rahasia dagang miliknya. Apple juga meminta seluruh dokumen dan materi rahasia dikembalikan, serta memerintahkan OpenAI untuk menyimpan seluruh bukti yang berkaitan dengan perkara ini. Dalam pernyataan resminya, Apple tegas akan terus melindungi hasil inovasi para insinyurnya.

"Di Apple, tim kami terus mengembangkan teknologi terobosan untuk menghadirkan produk dan layanan terbaik di dunia. Melindungi hasil kerja dan kekayaan intelektual mereka merupakan hal yang kami anggap sangat serius,” tulis Apple.

“Baru-baru ini muncul bukti kuat yang menunjukkan bahwa individu yang bekerja di OpenAI secara tidak sah mengambil informasi rahasia Apple terkait teknologi, proses, dan produk yang belum dirilis. Kami akan selalu membela hasil kerja keras dan inovasi tim kami, serta mengambil langkah yang diperlukan untuk melindunginya."

Menanggapi gugatan tersebut, OpenAI menyatakan tidak memiliki kepentingan terhadap rahasia dagang perusahaan lain. Melalui pernyataan yang diunggah di platform X.

"Kami tidak memiliki ketertarikan terhadap rahasia dagang perusahaan lain. Fokus kami tetap pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan masyarakat di seluruh dunia," papar OpenAI.

Buka sumber asli