Apple Geser Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia
Kapitalisasi pasar Apple terakhir tercatat sebesar USD 4,88 triliun, sedangkan nilai pasar Nvidia mencapai sekitar USD 4,86 triliun. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Apple (AAPL.O) kembali menjadi perusahaan yang memiliki nilai kapitalisasi pasar terbesar di dunia dan menyalip perusahaan artificial intelligence (AI), Nvidia (NVDA.O), pada Jumat (18/7).
Dikutip dari Reuters, kapitalisasi pasar Apple terakhir tercatat sebesar USD 4,88 triliun dan harga saham yang relatif stabil. Sementara itu nilai pasar Nvidia mencapai sekitar USD 4,86 triliun setelah harga sahamnya turun 3,5%.
Pergeseran posisi tersebut mengubah pandangan investor terhadap prospek industri AI.
“Apple sebelumnya dipandang tertinggal dalam perlombaan AI karena tidak banyak menggelontorkan dana untuk mengembangkan model AI. Namun kini sentimen itu telah berubah,” kata Kepala Investasi BRI Wealth Management, Toni Meadows.
Menurut Meadows, Apple memiliki eksposur yang lebih rendah terhadap besarnya belanja modal atau capital expenditure (capex) dan berada pada posisi yang lebih baik untuk memonetisasi AI melalui layanan, ekosistem yang kuat, juga peningkatan perangkat keras.
Penilaian ulang terhadap saham Apple juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap keberlanjutan kinerja laba perusahaan, bukan sekadar prospek spekulatif AI.

Bagi perusahaan yang selama ini kerap dianggap tertinggal dalam persaingan AI, pencapaian tersebut mencerminkan upaya Apple memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri.
Hal itu juga dapat mempengaruhi cara pasar menilai bulan-bulan terakhir Tim Cook sebagai CEO Apple, yang dijadwalkan menyerahkan jabatannya kepada Kepala Divisi Perangkat Keras Apple, John Ternus, pada September mendatang.
Juni lalu, Apple meluncurkan pembaruan besar Siri yang sempat lama tertunda. Tujuannya untuk mempersempit ketertinggalan dari para raksasa teknologi maupun startup baru dalam persaingan AI.
Sejumlah analis menilai Apple menyimpan “tambang emas” AI berupa data pribadi yang tersimpan di setiap iPhone. Data tersebut dinilai dapat membuat jawaban Siri menjadi lebih relevan sekaligus meningkatkan kemampuan asisten virtual itu.
Tantangannya, data tersebut tersimpan rapat di dalam sistem operasi demi menjaga privasi pengguna. Apple harus menemukan cara untuk memanfaatkan nilai data tersebut tanpa mengorbankan perlindungan privasi.