News Berita

Apindo Dorong Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi-Manufaktur Skala Global

Apindo harap percepatan pembangunan infrastruktur logistik di Jawa Tengah untuk menjadi hub investasi-manufaktur global. #bisnisupdate #update #bisnis #text

Apindo Dorong Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi-Manufaktur Skala Global
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menghadiri kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menghadiri kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendorong Jawa Tengah menjadi pusat atau hub investasi, manufaktur, logistik, dan rantai pasok berkelas dunia yang mampu bersaing dengan pusat-pusat investasi regional, termasuk Vietnam.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, mengatakan Jawa Tengah memiliki peluang besar untuk menjadi wilayah paling kompetitif dalam menarik investasi baru. Menurutnya, sejumlah indikator menunjukkan daya saing Jawa Tengah terus menguat, termasuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi di beberapa daerah industri serta tingkat efisiensi investasi yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.

"Percepatan pembangunan infrastruktur logistik, penguatan pelabuhan, pengembangan dry port di Batang dan Kendal, serta integrasi kawasan industri dengan jaringan rantai pasok nasional dan global menjadi agenda prioritas yang harus segera diwujudkan agar Jawa Tengah mampu menjadi pusat investasi dan logistik berskala internasional," kata Bob dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6).

Kondisi utilitas, infrastruktur, dan tenant di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah sebelum diresmikan Presiden Jokowi, Kamis (25/7/2024). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Kondisi utilitas, infrastruktur, dan tenant di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah sebelum diresmikan Presiden Jokowi, Kamis (25/7/2024). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Bob juga menyampaikan hasil kajian yang menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki modal strategis yang kuat, mulai dari posisi geografis yang berada di jantung Pulau Jawa, ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif dan melimpah, kawasan industri yang terus berkembang, iklim investasi yang kondusif, hingga dukungan infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik.

Di tengah gelombang relokasi industri global akibat strategi China dan meningkatnya biaya produksi di sejumlah negara tujuan investasi, Jawa Tengah dinilai berada pada posisi yang sangat strategis untuk menangkap arus investasi baru dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Dewan Pakar Apindo, Anton J. Supit, menambahkan bahwa momentum percepatan investasi perlu didukung oleh penguatan akses pasar global, termasuk melalui penyelesaian dan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang berpotensi meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi dan basis ekspor.

Audiensi Apindo dengan Gubernur Jawa Tengah. Foto: Apindo.
Audiensi Apindo dengan Gubernur Jawa Tengah. Foto: Apindo.

Anton juga mengusulkan pembentukan tim kecil yang melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bappenas, dan APINDO untuk mengawal agenda-agenda strategis yang memerlukan dukungan pemerintah pusat, terutama terkait pengembangan pelabuhan, logistik, konektivitas kawasan industri, dan percepatan investasi prioritas.

"Jawa Tengah memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pilot project nasional dalam percepatan investasi manufaktur. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, perbaikan logistik yang terintegrasi, penguatan rantai pasok industri, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha, Jawa Tengah berpeluang menjadi pusat investasi paling kompetitif di Indonesia sekaligus contoh keberhasilan transformasi ekonomi daerah yang mampu menarik investasi global," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menjelaskan bahwa Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, yang menghubungkan kekuatan industri di Pulau Jawa. Menurutnya, Jawa Tengah juga memiliki keunggulan berupa kondisi sosial yang aman dan kondusif, biaya tenaga kerja yang kompetitif, dukungan SMK, vokasi, dan BLK yang semakin terhubung dengan kebutuhan industri, serta komitmen pemerintah daerah untuk mengawal regulasi, infrastruktur, dan kemudahan berusaha.

"Terkait logistik, revitalisasi pelabuhan telah diajukan kepada pemerintah pusat dan pengembangan Dry Port Batang telah memperoleh persetujuan sebagai bagian dari penguatan ekosistem investasi di Jawa Tengah," tambahnya.

Buka sumber asli