Angkut 15 Juta Penumpang, Whoosh Ubah Mobilitas Jakarta-Bandung Jadi Komuter
Angkut 15 Juta Penumpang, Whoosh Ubah Mobilitas Jakarta-Bandung Jadi Komuter #bisnisupdate #update #bisnis #text

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan saat ini Kereta Cepat Whoosh telah melayani sebanyak 15 juta penumpang sejak Commercial Operation Date (COD) pada Oktober 2023 hingga kini. “Kita sudah beroperasi hampir satu tahun, sejak COD di bulan Oktober 2023, dan sampai hari ini sudah mengangkut hampir 15 juta penumpang,” kata Dwiyana dalam gelaran China-Indonesia Friendship Stories Exchange Event di Stasiun KCIC Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4). Dwiyana juga menuturkan Whoosh telah mengubah pola mobilitas masyarakat Jakarta–Bandung dari perjalanan antarkota (intercity) menjadi komuter harian. “Dulu jarak 150 km Jakarta-Bandung ditembus dalam waktu 3-4 jam menggunakan kendaraan jalan raya. Sekarang dengan adanya Whoosh kita cukup 25-48 menit, dan itu menjadikan Whoosh ini dari intercity menjadi commuting,” jelasnya.

Menurut dia, perubahan tersebut berdampak langsung pada gaya hidup masyarakat, khususnya pekerja yang kini dapat tinggal di Bandung namun tetap bekerja di Jakarta tanpa harus menetap di ibu kota. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa kemudian membeberkan ada penumpang setia Whoosh yang melakukan perjalanan pulang-pergi (PP) hingga 530 kali dalam setahun. “Ada penumpang itu yang melakukan perjalanan sampai dengan 530 kali dalam waktu 1 tahun. Artinya, kan, dia hampir melakukan PP setiap hari, ya, Bandung-Jakarta,” katanya.

Dari sisi volume penumpang Whoosh pada hari kerja (weekday) berkisar 17.000 hingga 18.000 orang per hari. Sementara pada akhir pekan (weekend), jumlah penumpang meningkat menjadi sekitar 18.000 hingga 20.000 orang per hari.
Pada periode libur, jumlah penumpang harian bahkan pernah mencapai hingga 26.000 orang. Eva menyebut, perusahaan membidik kenaikan penumpang sekitar 4 hingga 5 persen secara tahunan pada 2026. “Yang 5 persen itu tahunan. Jadi diharapkan 2026 ini bisa meningkat targetnya itu 4 persen sebenarnya, ya, sampai dengan 4 persen,” jelasnya.