News Berita

Anak Ganti Susu Formula, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Orang Tua?

Saat akan mengganti susu formula lama ke baru, ada 2 metode ilmiah yang bisa Anda lakukan, dengan harapan bisa meminimalisir reaksi pada si kecil, Moms.

Anak Ganti Susu Formula, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Orang Tua?
Ilustrasi anak minum susu formula. Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak minum susu formula. Foto: Shutterstock

Penggantian susu formula anak terkadang diperlukan karena perubahan kebutuhan nutrisi yang berbeda seiring dengan pertambahan usianya atau kondisi kesehatan anak. Namun, penggantian susu formula ini juga tidak bisa dilakukan sembarangan.

Kementerian Kesehatan Minnesota, sebuah negara bagian di Amerika Serikat, menyebut, anak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dalam proses penggantian itu, Moms.

Si kecil mungkin menunjukkan reaksi terhadap rasa baru yang belum ia kenal. Sehingga, bisa saja lebih sering bersendawa atau buang gas.

Tapi, jangan khawatir, Moms. Berbagai gejala ringan tersebut biasanya normal dan akan membaik selang beberapa hari.

Cara Mengganti Susu Formula Anak

Saat akan mengganti susu formula lama ke baru, menurut Kementerian Kesehatan Minnesota, ada 2 metode ilmiah yang bisa Anda lakukan, dengan harapan bisa meminimalisir reaksi pada si kecil, Moms.

1. Metode Pergantian Bertahap Berdasarkan Waktu Minum

Untuk memulai masa transisi, Anda dapat mengganti satu kali jadwal minum susu dengan sufor baru. Misal, bila anak minum susu di jam 7 pagi, 10 pagi, 2 siang, 5 sore, dan 8 malam, berikan susu formula baru di jam 2 siang pada hari pertama sampai ketiga.

Metode pergantian susu formula anak berdasarkan waktu minum. Foto: dok. AceKid
Metode pergantian susu formula anak berdasarkan waktu minum. Foto: dok. AceKid

Pada hari keempat sampai keenam, tingkatkan frekuensinya menjadi 2 jadwal menggunakan sufor baru, misalnya jam 10 pagi dan 2 siang. Setelah itu, frekuensi dapat terus ditambah setiap beberapa hari hingga seluruh jadwal minum anak menggunakan susu formula baru.

Metode ini membantu anak beradaptasi secara perlahan terhadap rasa dan komposisi susu formula yang baru. Selain itu, Anda juga bisa lebih mudah memantau respons anak selama masa transisi, seperti perubahan pada pencernaan, frekuensi gumoh, atau tekstur feses.

2. Metode Pencampuran Susu Lama dan Baru

Anda juga bisa mencampurkan langsung susu formula lama dan baru dalam satu botol yang sama. Caranya mirip dengan metode pertama: menggunakan perbandingan tertentu secara bertahap, hingga sepenuhnya beralih ke susu baru.

Metode pergantian susu formula anak dengan mencampurkan susu lama dan baru. Foto: dok. AceKid
Metode pergantian susu formula anak dengan mencampurkan susu lama dan baru. Foto: dok. AceKid

Misalnya, pada hari pertama sampai ketiga, Anda menggunakan 4/5 sufor lama dan 1/5 sufor baru. Lalu pada hari keempat dan keenam, komposisinya menjadi 3/5 sufor lama dan 2/5 sufor baru. Begitu seterusnya hingga masa transisi selesai menggunakan sufor baru.

Satu hal yang perlu diingat, perhatikan bahan-bahan yang digunakan dalam susu formula baru ya, Moms. Pastikan susu formula baru tersebut tidak mengandung sukrosa, maltodekstrin, vanillin, atau sirup jagung yang berdampak buruk untuk kesehatan si kecil.

Lalu, jika anak mengalami ketidaknyamanan selama proses pergantian susu, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak.

Penasaran tentang informasi lebih detail tentang produk AceKid? Yuk cek sekarang dengan klik di sini, Moms!

Buka sumber asli