Alasan Daging Kurban Punya Bau Khas dan Lebih Alot
Daging kurban sering terasa lebih alot dan punya aroma khas dibanding daging di pasaran? Ternyata ada alasan ilmiah di baliknya, Moms. #momsupdate #update #moms #text

Idul Adha identik dengan mendapat daging kurban. Namun, tidak sedikit yang merasa daging kurban mempunyai tekstur yang lebih alot dan aroma yang lebih kuat dibanding daging yang dijual di pasar.
Hal ini juga ramai dibahas ibu-ibu di media sosial. Tapi kenapa ya, daging kurban bisa terasa berbeda seperti itu? Ternyata menurut ahli, ada beberapa faktor yang memengaruhinya, apa saja?
Alasan Daging Kurban Punya Aroma yang Lebih Kuat dan Tekstur yang Alot

Menurut pakar anatomi veteriner dan kesejahteraan hewan, Dr. drh. Supratikno, M.Si, PAVet, aroma khas pada daging kurban umumnya berasal dari hewan jantan.
Dalam dunia peternakan, hewan jantan memang memiliki aroma yang lebih kuat karena kelenjar baunya lebih aktif.
“Sumber baunya ini juga berasal dari kulit, kepala, kaki depan, dan perutnya. Jadi aromanya memang lebih tajam daripada daging pasar,” kata drh. Supratikno kepada kumparanMOM, Rabu (27/5).
Selain itu, proses penyembelihan dan penanganan daging juga memengaruhi aroma serta teksturnya. Saat Idul Adha, penyembelihan biasanya dilakukan dalam jumlah besar dan tidak selalu ditangani oleh tenaga profesional. Akibatnya, darah pada hewan tidak keluar secara sempurna sehingga aroma khas daging jadi lebih kuat.
“Karena kurban sering dipotong rame-rame dan bukan sama ahlinya, jadi darah nggak keluar sempurna. lalu alat dan tangan yang habis pegang kulit atau kaki hewan kurban langsung pegang daging, jadi baunya nempel,” lanjutnya.
Proses pembagian daging juga ikut berpengaruh, Moms. Daging dan jeroan yang dicampur dalam satu wadah membuat aroma prengus semakin menempel satu sama lain.
Cara Mengolah Daging Kurban agar Empuk dan Tidak Bau

Agar daging kurban lebih empuk dan aromanya berkurang, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, mulai dari cara penyimpanan hingga proses memasaknya. Anda bisa melakukan ini setelah mendapat daging kurban nanti:
1. Simpan daging di kulkas selama 12–24 jam
Jangan langsung memasak daging setelah diterima. Karena menyimpan daging di kulkas selama 12–24 jam membantu menurunkan pH daging dan memberi waktu bagi enzim alami untuk memecah serat otot. Proses ini dikenal sebagai fase rigor mortis dan bisa membuat tekstur daging lebih empuk.
2. Olah menjadi rendang atau bakso
Daging kurban yang masih segar cocok diolah menjadi bakso karena teksturnya bisa lebih kenyal. Sementara itu, masakan seperti rendang dapat membantu mengurangi aroma khas daging karena dimasak dalam waktu lama dengan banyak rempah.
3. Gunakan nanas atau getah pepaya secukupnya
Nanas mengandung enzim bromelain, sedangkan getah pepaya mengandung papain. Keduanya termasuk enzim proteolitik yang dapat membantu memecah protein pada serat otot sehingga daging lebih empuk.
“Tapi untuk penggunaan nanas dan getah pepaya secukupnya aja, karena kalau terlalu banyak nanas bisa menghancurkan daging. Kalau kebanyakan getah pepaya bisa merusak rasa daging,” pesan drh. Supratikno.