News Berita

Aksi Cabul Pimpinan Ponpes di Pekalongan: Modus Minta Pijat, Korban Diintimidasi

Aksi Cabul Pimpinan Ponpes di Pekalongan: Modus Minta Pijat, Korban Diintimidasi #newsupdate #update #news #text

Aksi Cabul Pimpinan Ponpes di Pekalongan: Modus Minta Pijat, Korban Diintimidasi
Ilustrasi Pelecehan Seksual. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Pelecehan Seksual. Foto: Shutterstock

Seorang pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan berinisial A (55) ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santriwatinya.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, mengatakan terduga pelaku diamankan pada Rabu (27/5) sekitar pukul 06.30 WIB atau saat Idul Adha.

"Sudah kami amankan pelaku yang diduga melakukan pelecehan seksual. (Terduga) merupakan salah satu pendiri ponpes di wilayah Buaran," ujar Riki, Rabu (27/5).

Berdasarkan hasil pemeriksaan para korban, pelecehan terjadi sekitar dua atau tiga tahun lalu.

"Ya ada beberapa tahun yang lalu ya (kejadiannya), untuk waktunya relatif juga. Artinya mereka ini pada saat dia mondok di pesantren itu masih bungkam karena mereka diintimidasi, diancam," imbuhnya.

Korban 6 Santriwati

Ilustrasi pelecehan terhadap Santriwati. Foto: airdone/Shutterstock
Ilustrasi pelecehan terhadap Santriwati. Foto: airdone/Shutterstock

Riki mengatakan korban yang sudah melapor sebanyak tiga orang. Namun, jumlah korban yang melapor diperkirakan akan bertambah.

"Kurang lebih tadi saya hitung enam ya, enam saksi korban," ucapnya.

"Korban-korban dan saksi yang lain juga berdatangan. Ada yang mantan daripada santri pondok pesantren tersebut dari Pemalang, Batang, Pekalongan, bahkan dari Semarang hadir ke sini," imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan sejauh ini, usia para korban di rentang 18 hingga 24 tahun.

"Ada yang (umur) 22 (tahun), ada yang 18 tahun, ada yang 24 tahun ya. Ada juga mungkin waktu kejadiannya masih di melaporkan 17 tahun ya, baru melaporkan," ujar dia.

Modus Pelecehan: Minta Dipijat

Riki mengatakan, modus yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya dengan berpura-pura meminta pijat kepada para korban.

"Pada saat mereka masih mondok di sana, si santri-santri ini diajak untuk melakukan pijat atau apa, ya kan. Sehingga pada saat ada kesempatan yang istilahnya lebih terbatas ataupun tertutup, si pelaku itu minta untuk dipijitin disentuh kemaluannya," ujar Riki.

"Ya itu kan hal yang sangat tidak manusiawi, melanggar asusila. Sehingga ya keterangan-keterangan saksi itulah yang kita apa kumpulkan untuk menjadi alat bukti ya," lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh korban yang melapor mengaku mendapatkan pelecehan fisik oleh pelaku.

"Secara umum saksi-saksi tadi kami interogasi bersama Pak Wakapolres semua fisik," katanya.

Korban Ketakutan

Ilustrasi Pemerkosaan. Foto: Tinnakorn  jorruang/Shutterstock
Ilustrasi Pemerkosaan. Foto: Tinnakorn jorruang/Shutterstock

Riki menjelaskan, selama ini para korban takut mengungkap dugaan pelecehan tersebut.

"Pada dasarnya, pada awalnya memang informasi kasus ini sangat tertutup. Akhirnya saya perintahkan jajaran Reskrim untuk melakukan pendekatan kepada pihak keluarga korban secara person to person. Alhamdulillah, ada beberapa korban yang mau melaporkan dugaan pelecehan seksual di wilayah tersebut," ujar Riki.

Riki menyampaikan, para korban tak kuasa untuk menolak kelakuan bejat pelaku. Sebab, pelaku merupakan pimpinan sekaligus salah satu tokoh pendiri ponpes tersebut.

"Pada dasarnya mereka ini ketakutan ya. Karena kan yang namanya kiai atau ustaz itu kan yang dituakan ataupun dianggap bapak bagi mereka," ucapnya.

Korban selama ini tak pernah berani melapor lantaran mendapat ancaman dan intimidasi dari pelaku serta santri lainnya.

"Jadi mereka diancam, ditakut-takuti apabila melapor mungkin akan dianiaya, disakiti, dan sebagainya. Ini adalah peran dari pelaku, cukup keras kepada korban," ungkap dia.

Salah Satu Korban Diduga Hamil

Riki menambahkan bahwa ada salah satu korban yang diduga hingga melahirkan anak dari aksi tindakan bejat pelaku.

"Ada salah satu korban yang infonya diduga bahwa korban ini sudah melahirkan dari anak, mungkin ya hasil dari persetubuhan mereka, tapi yang bersangkutan masih bungkam," ucap dia.

Buka sumber asli