Airlangga Ungkap Prabowo Soroti Derasnya Arus Modal Asing Keluar dari RI
Airlangga Ungkap Prabowo Soroti Derasnya Arus Modal Asing Keluar dari RI #bisnisupdate #update #bisnis #text

Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti derasnya arus modal asing keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik di tengah tekanan global yang masih berlangsung.
Ini diungkap oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai rapat bersama Presiden di Istana Kepresidenan, Selasa (5/5).
“Bapak Presiden melihat terkait dengan capital outflow dan capital outflow tadi didalami bahwa disebabkan oleh satu pasar modal, kedua SBN, dan ketiga dinetralisasi oleh SRBI,” kata Airlangga, dikutip Rabu (6/5).
Capital outflow berarti dana investor asing keluar dari Indonesia, baik dari pasar saham maupun pasar obligasi negara (SBN).
Data RTI Business per 5 Mei 2026, tercatat net foreign sell di seluruh pasar mencapai Rp 518,39 miliar. Dari jumlah itu, pasar reguler menyumbang jual bersih asing sebesar Rp 317,94 miliar, sementara pasar negosiasi dan tunai mencatat net sell Rp 200,44 miliar.
Aktivitas investor asing juga terlihat dominan dari sisi transaksi. Total nilai transaksi pasar mencapai Rp 17,2 triliun, dengan transaksi domestik mendominasi sekitar 70,75 persen atau Rp 12,4 triliun untuk beli dan Rp 11,9 triliun untuk jual.
Sementara investor asing menyumbang sekitar 29,25 persen transaksi, dengan nilai beli Rp 4,8 triliun dan jual Rp 5,3 triliun, sehingga masih terjadi arus keluar dana asing.
Dari sisi volume perdagangan saham, total transaksi mencapai 43,9 miliar saham. Investor domestik menguasai lebih dari 80 persen aktivitas perdagangan, sedangkan investor asing sekitar 19,43 persen. Frekuensi transaksi menunjukkan dominasi investor lokal, yakni mencapai 86,16 persen dari total 2,46 juta transaksi harian.
Airlangga melanjutkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan langkah koordinasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan menahan tekanan outflow.
“Dan tadi dilaporkan ke Bapak Presiden, kesepakatan kerja sama antara BI dan Menteri Keuangan sehingga ke depan ini bisa dijaga terkait dengan capital outflow,” tutur Airlangga.