Airlangga Sebut Mobil Nasional Digarap Pindad di Karawang
Pemerintah sebut proyek mobil nasional masih digarap Pindad, bakal produksi sedan listrik juga #kumparanOTO

Rencana pengembangan mobil nasional (mobnas) kembali diungkapkan oleh pemerintah, lewat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang mengatakan berbagai persiapan tengah dilakukan.
"Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad, jadi dengan kawasan di Karawang. Tapi tentu kita akan lihat targetnya bisa dinaikkan kapasitasnya secara bertahap," buka Airlangga saat berjumpa dengan awak media di Tangerang, Senin (20/4/2026).
Disinggung lebih jauh perihal rencana pembuatan model sedan listrik, Airlangga bilang jenis kendaraan tersebut merupakan salah satu yang juga akan diproduksi. Namun dirinya belum merinci lebih jauh terkait proyek mobil nasional tersebut.
Presiden Prabowo ungkap rencana produksi sedan listrik lokal

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung rencana pengembangan industri kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) negara saat meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial elektrik di Magelang.
Selain dalam wujud bus dan truk berbasis listrik, Prabowo juga menyebutkan rencana pengembangan kendaraan listrik berjenis sedan. Bahkan sudah menyebutkan waktu pelaksanaan produksi mobil tersebut.
"Jadi hari ini saya sangat gembira, saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," papar Prabowo di Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Ihwal pengembangan sedan listrik itu terbilang cukup segar, sebab proyek BEV nasional yang dikaitkan akhir-akhir ini merujuk pada konsep i2C atau Indigenous Indonesian Car justru purwarupanya berwujud SUV. Modelnya sempat mejeng di GIIAS 2025.

"Jadi saya bahagia, ini arah kita. Kita juga sedang bentuk perusahaan untuk memproduksi sedan dari listrik. Jadi saudara-saudara saya sudah putuskan, akan kita jalankan program listrifikasi 100 gigawatt," imbuh Prabowo.
Soal fasilitas perakitan milik PT PT VKTR Sakti Industries, Prabowo menilai industrialisasi adalah bagian akhir dari pada suatu kebangkitan teknologi bangsa, yang pada manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.
"Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa. Industri tentunya ada berbagai tingkatan, industri dasar, industri menengah, habis itu industri yang sangat tinggi dan sebagainya," katanya.
Peresmian pabrik kendaraan listrik tersebut disebutnya sebagai bentuk kemandirian negara. Prabowo bilang jika negara besar ingin disebut merdeka, maka wajib memiliki kemandirian dalam bidang teknologi dan energi.
Rencana Presiden Prabowo mendapat dukungan penuh dari salah satu instansi negara yakni BUMN. Lewat salah satu unggahan Instagram BUMN (@bumn_id), percepatan mobil nasional dinilai sebagai bentuk langkah strategis kemandirian industri otomotif nasional.