5 Berita Populer: Sarwendah Fokus Anak; Gugatan Adik Keisya Levronka
Sarwendah fokus soal anak menjadi berita populer di hari Rabu (15/7). #kumparanHITS #newsupdate

Sarwendah fokus soal anak menjadi berita populer di hari Rabu (15/7).
Selain itu gugatan adik Keisya Levronka juga menjadi sorotan.
Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.
Sarwendah: Fokus Saya Kebahagiaan Anak dan Buat Mereka Nyaman

Sarwendah terlihat hadir dalam sidang perdana gugatan hak asuh yang dilayangkan mantan suaminya, Ruben Onsu, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan tegas, Sarwendah menyatakan prioritas utamanya adalah kebahagiaan dan kenyamanan anak-anaknya. Ia pun siap berjuang mati-matian demi buah hati.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa kliennya sangat serius menghadapi gugatan ini. Kehadiran Sarwendah di persidangan jadi bukti nyata komitmennya untuk mempertahankan hak asuh anak-anak. Perseteruan ini makin jadi sorotan setelah Ruben merasa dipersulit saat ingin bertemu anak-anaknya. Padahal, Ruben dan Sarwendah resmi bercerai pada 24 September 2024, di mana hak asuh anak kala itu memang diberikan kepada Sarwendah. Wah, semoga ada titik terang ya buat mereka!
Gugatan Adik Keisya Levronka terhadap UNTAR Masuk Mediasi, Ibunda: Telat Banget

Kabar terbaru datang dari kasus gugatan adik penyanyi Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda, terhadap Universitas Tarumanagara (UNTAR). Sidang gugatan yang memasuki tahap mediasi ini akhirnya dihadiri oleh pihak universitas. Sebelumnya, pada sidang perdana, pihak UNTAR mangkir, bikin prosesnya sedikit tertunda.
Kuasa hukum Lexi, Eclund V. Silaban, menyambut baik kehadiran pihak tergugat dan berharap mediasi selama 30 hari ke depan bisa membuahkan hasil terbaik. Namun, sang ibunda, Levi Leonita Havron, justru merasa mediasi ini 'telat banget'. Pasalnya, keluarga sudah berulang kali mencoba jalur kekeluargaan namun tak juga ada titik temu. Levi berharap pengadilan bisa menjadi penengah yang netral, terutama terkait tuntutan biaya pengobatan dan pemulihan Lexi yang harus dirawat akibat insiden jatuh dari lantai enam saat kegiatan susur gua di kampus pada tahun 2024 lalu.
Jaksa Minta Hakim Tolak PK Nikita Mirzani, Pertahankan Putusan Kasasi

Polemik hukum yang menjerat Nikita Mirzani tampaknya masih jauh dari kata usai. Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) secara tegas meminta majelis hakim untuk menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Nikita terkait kasus UU ITE dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Menurut JPU, semua proses hukum dari awal hingga tingkat kasasi sudah berjalan sesuai fakta dan ketentuan, sehingga tidak ada alasan untuk membatalkan putusan sebelumnya.
JPU juga menilai poin-poin yang disampaikan pihak Nikita dalam PK hanyalah upaya untuk memutarbalikkan fakta demi melepaskan diri dari jeratan hukum. Mereka bersikukuh bahwa Nikita terbukti bersalah dan meminta putusan kasasi yang menjatuhkan hukuman enam tahun penjara dikuatkan. Nikita sendiri mengajukan PK karena merasa ada kekhilafan hakim, apalagi asistennya, Mail Syahputra, divonis bebas TPPU dalam kasus yang serupa. Drama hukumnya makin seru nih!
Sarwendah Buka Peluang Damai dalam Sengketa Hak Asuh Anak dengan Ruben Onsu

Meski sedang menghadapi gugatan hak asuh anak dari Ruben Onsu, pihak Sarwendah ternyata masih membuka lebar peluang untuk berdamai. Harapan untuk menyelesaikan sengketa secara kekeluargaan ini akan mereka bawa dalam proses mediasi yang jadi agenda sidang berikutnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menekankan bahwa mediasi adalah kesempatan emas untuk mencari solusi terbaik demi kebahagiaan anak-anak.
Chris juga menegaskan bahwa masalah hak asuh sebaiknya diselesaikan di ranah hukum, bukan jadi ajang 'berbalas pantun' atau giring opini di media sosial. Ia berharap semua pihak bisa fokus pada masa depan anak-anak, bukan kepentingan masing-masing. Kuasa hukum lain, Abraham Simon, menambahkan bahwa Sarwendah akan kooperatif demi melindungi mental anak-anaknya. Semoga mediasi ini bisa jadi jalan keluar terbaik ya buat Ruben dan Sarwendah!
Kuasa Hukum Pertanyakan Bukti Video yang Jadi Dasar Vonis Nikita Mirzani

Perkara hukum Nikita Mirzani makin meruncing dengan adanya pertanyaan besar dari kuasa hukumnya, Usman Lawara, soal bukti video yang jadi dasar vonis. Usman mempertanyakan keabsahan bukti yang selama ini cuma berupa tangkapan layar alias screenshot. Padahal, menurutnya, di putusan hakim, bukti itu disebut seolah-olah potongan rekaman video siaran langsung. Jelas ini bikin tim kuasa hukum makin curiga dan merasa ada kekhilafan hakim dalam penanganan kasus UU ITE ini.
Usman berargumen bahwa screenshot tidak bisa merepresentasikan narasi utuh dari sebuah live streaming yang panjang. Ini yang jadi salah satu poin utama mengapa Nikita Mirzani mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Bahkan, ahli juga sempat bilang kalau dalam kasus pidana dari medsos, penyitaan akun secara utuh itu wajib banget. Pihak Nikita berharap majelis hakim PK bisa jeli melihat kejanggalan bukti elektronik ini dan memberikan keadilan yang sesungguhnya.