News Berita

2 Orang Tertembak Peluru Nyasar di UNP, TNI Lakukan Investigasi

2 Orang Tertembak Peluru Nyasar di UNP, TNI Investigasi #newsupdate #update #news #text

2 Orang Tertembak Peluru Nyasar di UNP, TNI Lakukan Investigasi
Korban tergeletak usai tertembak diduga peluru nyasar. Foto: istimewa.
Korban tergeletak usai tertembak diduga peluru nyasar. Foto: istimewa.

Dua orang tertembak peluru nyasar saat berada di lingkungan kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (2/6). Insiden ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban yakni berinisial N, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial. Sedangkan korban lainnya ialah seorang pria berinisial G, namun bukan mahasiswa.

Informasi yang diterima insiden ini terjadi saat mahasiswa sedang berfoto di lapangan gedung rektorat setelah menyelesaikan seminar proposal dan ujian komprehensif.

Sekretaris UNP Erianjoni membenarkan kejadian tersebut. Namun ia tidak menyampaikan detail peristiwanya.

"Memang ada kejadian itu. Ada dua orang korban," kata Erianjoni, Selasa (2/6) malam.

Tertembak di Paha hingga Harus Operasi

Erianjoni mengatakan korban awalnya sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hermina Padang. Namun sekitar pukul 20.30 WIB, dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo, Padang.

Ia mengungkapkan, korban berinisial N harus menjalani operasi untuk pengeluaran proyektil peluru. Korban tertembak di bagian paha.

"Harus menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil yang bersarang di bagian pahanya," kata dia.

Sedangkan korban G, mengalami luka di bagian tangan. Ia kini juga menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.

Kasus peluru nyasar ke UNP dilaporkan sudah beberapa kali terjadi. Pada 2020, menyasar kaca gedung rektorat pecah. Tidak ada korban jiwa ketika itu.

TNI Investigasi

Kampus UNP berada di seberang markas Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti (Yonif 133/YS). Insiden peluru nyasar terjadi saat di markas itu berlangsung latihan menembak yang dilakukan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 897/Singgalang.

Hal ini dibenarkan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kavaleri Taufiq. Ia menyebutkan tahap investigasi pascakejadian sedang berlangsung.

"Memang benar pada saat bersamaan juga sedang berlangsung latihan menembak menggunakan laras panjang. Latihan menembak dilaksanakan Batalyon Yonif TP 897/Singgalang dari pagi," ujar Taufiq, Selasa (2/6) malam.

"Namun belum bisa dipastikan, apakah benar peluru anggota yang sedang melaksanakan latihan atau bukan. Saat ini proses sedang dilakukan investigasi untuk mengetahui kebenaran kejadian tersebut," sambungnya.

Taufiq mengungkapkan, lokasi lapangan latihan ke lokasi kejadian cukup jauh, sekitar 800 meter. Ia mengungkapkan, secara teknis lapangan tembak tersebut sudah sesuai standar.

"Karena sudah dilakukan penelitian. Kadang alam tidak bisa dijawab akal pikiran. Akan kami evaluasi setelah investigasi," ucapnya.

Fokus Penanganan Korban

Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, kata Taufiq, saat ini fokus melakukan penanganan medis terhadap para korban. Pembiayaan pengobatan juga ditanggung TNI AD.

"Fokus penanganan terhadap warga kita. Biaya perawatan ditanggung semuanya. Sekarang dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo," ungkapnya.

Buka sumber asli